Rabu, 17 Juni 2009

Manajemen Karakter

Karakter adalah respons yang benar dan bijak bahkan ketika situasi tidak mendukung.
Perjalanan hidup tidak pernah menjanjikan bahwa semua akan berjalan lancar. Ketika situasi terasa begitu menekan dan tidak bersahabat, kita menjadi gentar dan bisa kehilangan arah. Sebaliknya, ada masa-masa keemasan penuh kebanggaan. Ketika berada di puncak, kita bisa lupa diri di mana kaki menjejak. Kehidupan sering membawa kita menjelajahi irama “gunung dan lembah.”

APA YANG DIPERJUANGKAN?

Setiap orang pasti menginginkan semua yang baik dalam hidupnya. Namun, betapa sering kita terjebak mengejar tujuan dan cita-cita, tapi lupa maknanya. Mendahulukan status lebih daripada kontribusi.

Hidup adalah perjuangan. Tapi, apa yang diperjuangkan? Suatu terminal dengan berbagai atribut kesuksesan, ataukah perjalanan yang penuh hikmah? Semua akan berjalan bersama-sama, namun proses yang akan menentukan hasil.

Dalam proses selalu ada reaksi dan respons. Sikap reaktif terjadi ketika emosi, sikap, dan tindakan kita terpicu tanpa penguasaan diri. Padahal keberhasilan terletak pada respons yang benar dan bijak. Respons yang benar menunjukkan peran penting akal budi, sikap hati, dan hikmat sejati. Itulah karakter.

PEMBENTUK KARAKTER
Temperamen

Temperamen adalah sifat seseorang yang dimiliki sejak lahir dan yang cenderung memengaruhi respons alamiahnya. Peristiwa yang serupa memberi reaksi berbeda dari masing-masing tipe temperamen. Misalnya, ada orang yang bersemangat menghadapi tantangan, tapi ada yang justru khawatir. Ada yang mudah bekerja dalam kelompok dan ada yang senang bekerja sendiri. Memahami temperamen masing-masing membuat kita lebih mudah mengelola karakter.

Pola asuh

Masa pertumbuhan berperan penting dalam pembentukan kepribadian. Pola asuh akan membentuk citra diri dan kebiasaan seseorang. Pengalaman masa kecil memengaruhi sikap dan respons saat menghadapi masalah.

Pendidikan

Pendidikan formal berperan dalam membentuk pola pikir atau paradigma kita. Wawasan yang luas dan sikap obyektif membantu proses tindakan yang responsif. Namun pembelajaran juga bisa berlangsung secara informal. Ada yang belajar secara otodidak, sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran berlangsung seumur hidup.

Motivasi
Yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu adalah motivasi. Motivasi dapat dipicu oleh banyak aspek. Dari macam-macam kebutuhan hingga berbagai dorongan perasaan dan empati. Motivasi positif membangun karakter yang positif pula.

Keyakinan

Keyakinan adalah pola kepercayaan atau hal-hal yang dianut. Keyakinan menjadi landasan untuk menimbang dan tolak ukur kebenaran. Namun apa yang diyakini seseorang tidak selalu benar. Itu yang disebut false belief atau kepercayaan palsu. False belief membuat kita berespons secara keliru pula. Karena itu kita perlu mengevaluasi hal-hal apa yang dipercayai.

Bukan Instan

Salah satu tanda kedewasaan adalah kualitas karakter seseorang. Karakter dibangun melalui respons yang benar dan bijak. Respons benar yaitu melakukan hal yang benar dengan cara benar. Sedangkan respons bijak adalah melakukan hal yang tepat pada saat yang tepat. Karakter adalah fondasi kesuksesan. Karakter dibangun lewat proses kehidupan. Karena itu mengelola karakter merupakan tanggung jawab pribadi.

TIPS MENGELOLA KARAKTER:

1. Miliki pola pikir yang benar

Kekuatan pengendalian diri terletak pada aspek kognitif atau pola pikir kita. Ada pepatah, seseorang akan menjadi seperti apa yang dipikirkan. Pikiran-pikiran yang benar, positif, dan obyektif menjadi sumber kekuatan kesadaran kita untuk mengelola karakter melalui respons yang benar.


2. Kembangkan sikap hati yang benar

Suasana hati merupakan sumber motivasi dan penggerak kita. Karena dari hati terpancar kehidupan. Raja Daud senantiasa berdoa agar memiliki hati yang tulus dan benar. Sikap hati yang benar menjadi perisai terhadap kejahatan.


3. Bangunlah hikmat sejati

Hikmat melampaui berbagai pengetahuan. Orang yang berhikmat memiliki solusi bahkan ketika seakan tidak ada jalan keluar. Hikmat sanggup memberi pemahaman dan pengertian. Hikmat diperoleh ketika kita memiliki sikap takut akan Tuhan dan mencarinya dengan kesungguhan hati. Dengan hikmat, karakter dapat dibangun dan dikelola dengan maksimal.

Selasa, 16 Juni 2009

Sedang dimana

Sekilas melihat, mendengar, mengamati…
Ada yang hanya diam dan merenung, meratapi sebuah adegan masa lalu yang berisi kegagalan dan kekecewaan.
Ada yang tertatih-tatih melanjutkan hidup yang tak kunjung berakhir.
Ada yang melangkah tegap dan pasti menggapai asa dan mimpi.
Ada yang terus berlari, berkejaran dan berlomba dengan kebutuhan.
Semua ada dibawah matahari…
Bercerita mengenai bagaimana cara menikmati dan memperoleh bahagia dengan cara beragam dan unik.

Sementara aku sendiri, dalam diam kadang bertanya sedang dimana aku sekarang, dan apa yang sedang aku kerjakan...
Sudahkah yang aku buat memberkati banyak orang?
Sudahkah hidupku menjadi jawaban bagi orang disekitarku?
Ingatan masa lalu yang menyelinap tiba-tiba menyisakan rasa bersalah, memunculkan sebuah tanya is there second chance for me?
Bahkan dalam keterbatasan jiwa… pikiran jadi fokus pada keadaan. Memunculkan sebuah kalimat, seandainya mereka tidak selalu terfokus pada kekurangan.

Yang seorang memandang sebagai bentuk titik… kurang tebal, terlalu tebal,
Yang seorang memandang sebagai persegi… kurang simetri, terlalu kotak,
Yang seorang memandang sebagai bulatan… kurang bulat, terlalu menyerupai globe,
Yang seorang memandang seperti penggaris… kurang presisi, terlalu presisi,
Masih ada trapezium dan segi lain didunia ini…

Lelah, satu kata yang akan selalu menyergap. Sementara aku sendiri melihat kekuranganku sebagai sesuatu yang harus aku sempurnakan dan aku perbaiki. Orang lain berpikir mengenai hal lain dari diriku yang dianggap sebagai sebuah kesombongan yang harus dipangkas dan memerlukan shock terapi…
Ketika kondisi-kondisi itu ada didepan mata, selalu kembali kepada pertanyaan serupa di atas.

Temenku dipahitkan oleh kondisi yang manis.
Cerita klise mengenai hidup dalam sangkar emas. Yang kadang memunculkan rasa curiga dalam hatiku, apakah itu isapan jempol atau sebuah kebenaran.
Gelimang harta, penuh perhatian, limpah kasih sayang, banyaknya larangan menjadikannya merasa hak menjalani hidup secara penuh dibekukan. Dan justru kondisi itu yang memahitkan dia sehingga menjadi seorang pemberontak.
Jujur aku pengen bilang, omong kosong, terlalu didramatisir.
Masa kecil nurut tidak ada salahnya, karena akan datang hak itu pada masanya.

Sementara masa kecilku sempat dipahitkan karena memang kondisi yang pahit. Tapi manisnya kebaikan TUHAN melalukan aku dari kepahitan. Sehingga ketika perjalanan membawa aku pada sebuah kondisi apapun yang memahitkan, aku sudah terimun. Karena aku telah temukan penawar racun pahit itu.
Mendambakan peraturan yang akan merapikan hidupku. Pujian, bingkisan, celebration karena sebuah prestasi. Huff.., itulah kerinduan sederhana masa kecil. So simple, but i never get it.
Suer, waktu kecil aku tidak dambakan hal yang berlebihan, hanya serba cukup. Cukup perhatian, cukup kasih sayang, cukup materi. Menurutku konsep sederhana itu bisa membentuk sebuah pribadi tumbuh secara normal dalam sebuah keluarga.
But i never get it.
Alm Ibu yang memiliki masa muda yang terkekang berpikir bahwa beliau tidak bahagia dengan hidup dalam pola semacam itu. Langsung praktikum mendidik kami dengan cara yang berlawanan arah. Berharap dengan kebebasan tersebut anak-anaknya akan menemukan kebahagiaan seperti yang beliau gambarkan. Tanpa perhatian, tanpa larangan. Bahkan ditanya “duduk di kelas berapa anak bungsunya sekarang” pun tidak terjawab dengan tepat.
Tidak tau mana yang benar.

But i know that i’m not the one…

Dari dulu, tanpa ada yang memerintah dan menuntun, aku selalu berusaha mencari sebuah aturan untuk diriku sendiri supaya menjadi lebih baik dan lebih benar.
Sampai suatu saat aku sadar bahwa selalu ada yang menuntun aku untuk mencari.
Apakah semua semulus yang aku harapkan, hampir tidak pernah. Semua jauuuuh dari harapan. Smashed my hope.
Kadang dalam kondisi yang kurang stabil, muncul pertanyaan apa yang sebenarnya ingin aku jelma, kadang aku pengen jadi seorang easy going. Menambah pengetahuan ini dan itu sebagai perlengkapan supaya aku bisa diakui oleh orang disekitarku, bahwa aku sudah seperti orang yang ada dalam anganku saat itu. Menyelipkan sedikit demi sedikit kalimat berhikmat dalam setiap perbincangan untuk memperkenalkan bahwa aku adalah seseorang.

Dua kondisi yang berlawanan antara aku dan temanku, apakah ada yang salah, aku juga tidak bisa menjawab dalam definisi yang benar. Kalaupun terjawab, itu dari sisi aku.
Semua bermuara pada bagaimana akhirnya kita melihat akhir dari sebuah proses didalam hidup.

Seperti saaat ini, when i seek out my heart, ternyata beberapa adegan itu adalah sebuah ringkasan protes “aku kawanmu, jangan bedakan aku”.
Keinginan masa kecilku ternyata masih memberi energi kuat, dalam aku mengambil beberapa keputusan.
Kadang dengan begitu yakin langkah terayun, kadang kuhakimi diriku dalam hati dengan kata terlambat, karena kesadaran bahwa itu hanya bagian dari usaha manusia.

Dan hari ini aku ketemu definisi baru, bagaimana hidup kita bisa dinikmati orang lain dan bagaimana kita menikmati hidup secara utuh didalam DIA. Itu jauh lebih penting...
kata lain yang lebih umum adalah, bagaimana kita menjadi berkat buat banyak orang disekitar kita tanpa terkecuali dan beragam.
Dari orang yang kita kasihi dan mengasihi kita sampai kepada orang yang tidak menyukai kita dan tidak kenal dengan kita.

Tetap DIA yang bisa mengubah hidup “from nothing to be something
Kapan waktunya, belum ada jawabnya. By faith I said “on the way…”
Dan hari ini aku yakin, bahwa tidak ada kata terlambat bagi kita selama masih didunia ini, untuk segala sesuatu yang bertujuan positif, apalagi hal itu memiliki nilai kekal.
So let just do the best today

Second Chance not always come with the same person or condition,
it might come through another.
Just look around you. Keep doing good things..

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.