Minggu, 18 Agustus 2013

Karimunjawa 6 - 10 Agustus 2013



Pertama kali dapat tawaran wisata ke pulau karimunjawa saya hanya mempertimbangkan setengah hati. Keputusan bulat saya muncul setelah dipameri beberapa hasil jepretan teman yang baru saja pulang wisata bulan juni 2013, yang berperan sebagai ketua rombongan. Ditambah saya juga searching  pemandangan lokasi wisata pulau setempat. Asli suka.
Kemantapan atas keputusan tersebut begitu kuat, bahwa saya bakal menikmati wisata air yang istimewa. Dan benar, beberapa pemandangan yang sempat saya temukan hanya dengan gambar, saya bisa nikmati secara langsung. Tidak ada perubahan yang mengurangi keindahannya. Sampai saya bisa cerita lewat tulisan, meskipun mungkin deskripsinya kurang detail, tapi bisa membantu mengabadikan pengalaman jalan ke pulau indah yang masih menjadi bagian Indonesia.

Kalau ada wisata dengan tambahan pengalaman menarik yang pernah saya nikmati adalah liburan kali ini. Saya tetap bisa melakukan ritual atau gaya hidup sehari-hari saya dirumah, ditempat liburan. Karena biasanya, bagi saya hari libur identik dengan melakukan hal yang diluar hari bukan libur. Bangun siang, menikmati santai dan sebagainya. Tapi justru pengalaman-pengalaman menarik yang saya nikmati selama liburan itu adalah hasil dari konsistensi yang saya lakukan. Menyerahkan sepanjang hari yang akan kami lewati dalam berkat Tuhan, rencana perjalanan dalam tujuan wisata dan orang-orang yang akan kami temui.

Kami berangkat menuju pulau karimun menggunakan kapal express dari Jepara jam 11.40 wib. Sesuai informasi yang kami terima sebelumnya, yaitu 120 menit jarak tempuh perjalanan. Terasa cukup lama karena hampir sepuluh tahun tidak pernah menggunakan transportasi laut. Ada rasa pusing dan mual yang muncul bergantian. Tapi semua sensasi rasa tersebut berhenti dengan sendirinya begitu kapal express mendarat di dermaga pulau tujuan tepat jam 13.40 wib.

Selasa 6 Agustus 2013, Hari pertama menginjakkan kaki dipulau tersebut saya sudah mulai terkagum, ternyata setelah saya mencoba mengingat pemandangan pertama yang saya saksikan adalah yang paling sederhana dibanding tiga pulau yang kami kunjungi hari berikutnya.

Kami menginap di hotel yang lokasinya tepat dibelakang sebuah perairan yang awalnya digunakan sebagai tempat hiu bermukim, hanya pada saat kami berkunjung, hiu sedang direlokasi ketempat lain.
Sore pertama beberapa dari kami, termasuk saya bermain di perairan belakang hotel. Suasana terik tapi  sejuk sudah langsung dapat kami nikmati. Ada sebentuk dermaga standard yang tersambung dengan rumah apung. Dari informasi yang kami terima, kedepan akan difungsikan sebagai pilihan alternatif tempat singgah wisatawan. Kami bercanda sambil menanti sunset di lokasi tersebut untuk diabadikan. Sudah pasti tidak ketinggalan jepret sana jepret sini. Beberapa diantara kami sempat kembali kedermaga tersebut pada tengah malam untuk memancing ikan. Mereka bercerita menyaksikan pemandangan indah rumah apung yang menyala dan sempat melihat bintang jatuh. Sempat menyesal karena tidak bisa menikmati fenomena alam yang sering saya impikan tersebut. Tapi lepas dari itu, tidak mengurangi kebahagiaan.

Rabu 7 Agustus 2013, Hari pertama kami berencana memulai wisata ke pulau tengah dan pulau kecil yang berada di arah timur karimunjawa. Kami ber 16 diangkut menggunakan mobil pick-up dari hotel jam 8 pagi menuju dermaga Legonbajak, yang jaraknya cukup jauh kurang lebih 1 jam perjalanan. Jarak tempuh dari dermaga ke pulau tengah sebagai tujuan pertama 30 menit dalam kondisi air laut yang tenang dan menggunakan kapal nelayan yang biasa digunakan untuk melaut. Sesampainya di Pulau Tengah, kapal yang kami gunakan ditambatkan ke sebuah pohon dipinggir pantai.

Pulau tengah cukup luasa, kita bisa menemui toilet, beberapa tempat berteduh semacam gasebo dan sepasang suami istri dengan rumah panggungnya ditengah pulau berjualan es kelapa muda, minuman hangat, makanan ringan dan makanan instan untuk melayani wisatawan yang memerlukan. Sebenarnya kita bisa berkeliling memilih lokasi yang nyaman untuk kita berlama-lama sekedar bermain pasir putih dipinggir pantai. Tapi waktu itu kami hanya bermain di dua lokasi, beberapa teman yang tidak bisa berenang menikmati pemandangan bawah laut, bermain dan berfoto didekat dermaga. Beberapa dari kami yang suka berenang menikmati pemandangan bawah laut dengan perlengkapan snorkling. Saya sempat harus belajar ulang cara bernafas dengan alat yang wajib saya gunakan supaya bisa terbantu menikmati pemandangan bawah laut dengan leluasa. Tidak membutuhkan waktu lama. Saya sudah langsung bisa berpetualang sesuai apa yang saya bayangkan. Sempat terkendala dengan sepatu yang kegedean, belum lagi alat bantu nafas yang membuat saya terguling-guling dipinggir pantai karena kewalahan mengatasi alat yang memang belum biasa saya gunakan. Setelah menikmati pemandangan bawah laut diseputar pulau tengah, meskipun belum semua karena terlalu luas. Kami serombongan menuju ke pulau kecil sesuai rencana semula. Jarak tempuh terhitung dari pulau tengah kurang lebih 30 menit dalam kondisi air laut tenang.

Kami mendarat di dermaga pulau kecil tempat parkir kapal yang kami tumpangi. Kami serombongan menuju ketepi pantai lewat dermaga sambil membawa barang bawaan kami. Sesuai namanya pulau kecil tidak terlalu luas, tetapi harus extra waspada karena ditepi pantai terdapat banyak bulu babi yang terkenal beracun. Kita bisa menjumpai gazebo, bahkan ada mini bar yang terlihat seperti bangunan baru. Tidak ada informasi apakah karena itu hari libur atau memang bangunan tersebut sudah tidak berfungsi. Tidak ada toilet yang bisa kita temui. Kita bisa berkeliling pulau hanya dengan beberapa menit. Seperti biasa kami selalu memilih dua lokasi singgah untuk berlama-lama, karena memang kami terdiri dari dua kelompok yang suka berenang dan yang tidak bisa berenang. Kami yang suka berenang langsung kembali ke dermaga untuk snorkeling. Kami langsung sibuk dengan tujuan masing-masing, ada yang memancing ada yang berfoto dibawah laut bersama dengan penghuninya. Saya sendiri sibuk berenang sambil terus berharap menemukan penghuni air yang awalnya hanya bisa saya lihat melalui  tv. Mata saya berkeliling mencari penghuni bawah dan ketemu nemo, ikan warna-warni, tiram warna warni, berbagai bentuk dan warna terumbu karang yang indah-indah. Tidak ketinggalan, berkali-kali merasakan asinnya air laut, karena kelelahan lalu salah bernafas, kait pelampung yang saya kenakan juga sempat lepas karena bergelembung terlalu lama dipermukaan air. Kami sangat puas dengan petualangan wisata hari pertama di pulau tengah dan pulau kecil. Jam 6.45 pm kami sudah tiba di hotel.

Kamis 8 Agustus 2013, Hari kedua berwisata darat ke Hutan Mangrov. Pemandangan yang terhampar cukup indah, hanya terasa sangat terik, jadi setelah berkeliling mengitari setengah dari luas hutan tersebut, kami isitirahat cukup lama disebuah jembatan. Hari itu tepat hari pertama lebaran, (hari raya idul adha 1434 H). Kami mendapat undangan dari penduduk setempat yang menjadi guide wisata. Kami menggunakan waktu makan siang untuk singgah, bersilaturahmi dan membangun hubungan yang baik dengan penduduk asli karimunjawa. Kebanyakan adalah suku bugis, Madura dan jawa. Kami di jamu dengan makanan lebaran khas bugis. Ada aneka makanan ringan, sambal goreng ayam, sambal goreng tongkol dan sebagai makanan pendamping adalah buras pengganti nasi, yaitu lontong berbentuk kotak. Nikmat sekali menirukan cara makan disana, semua disajikan dalam satu nampan untuk 4-5 orang, dan semua makan bersama. Ada banyak pohon jambu mete, warna hijau, merah, kuning. Jambu air juga banyak, hanya satu yang saya baru temui disini, jambu air warna putih.

Cukup lama kami singgah selama bergantian di dua rumah penduduk yang masih bersaudara, sebenarnya kalau mengiyakan semua penduduk yang melihat kehadiran rombongan kami, semua mengundang untuk bisa singgah dan bersilaturahmi. Tapi setelah itu rombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan wisata darat ke tandjong tracking adventure. Ada beberapa tempat yang diakui bernilai sejarah oleh penduduk setempat. Kami diajak berkeliling bukit batu yang cukup terjal dan curam meskipun tidak terlalu luas, tapi lumayan bikin berkeringat puas buat kami yang menyukai petualangan, hitung-hitung sebagai pengganti olah raga selama liburan. Sempat berhenti lama di lokasi yang disebut  goa jepang, untuk berfoto, letaknya dekat batu mandi.

Jumat 9 Agustus 2013 adalah hari terakhir kami berwisata menyebarang ke pulau. Jam 8.30 kami berangkat dari hotel menuju kedermaga. Tujuan kami masih kearah timur Karimunjawa, yaitu pulau Cendikia, yang berdekatan dengan pulau gundul. Informasi dari penduduk setempat yang selalu mengawal perjalanan kami, pulau tersebut biasa digunakan untuk latihan perang. Penduduk setempat yang berlaku sebagai guide wisata jarang menawarkan kunjungan ke pulau Cendikia karena jarak tempuh dan bentuk terumbu karang yang tinggi. Jarak tempuhnya yang cukup lama yaitu 1 jam perjalanan dengan kondisi laut tenang menjadi alasan utama, karena resiko ketidak stabilan gelombang air laut. Alasan berikutnya adalah bentuk terumbu karang yang tinggi-tinggi seperti raksasa diseputar pulau tersebut cukup membuat kuatir karena berpotensi membuat kapal karam jika jurumudi kapal tidak memperhatikan dengan baik kondisi sekitar. Meskipun jika dicermati juga menguntungkan, karena kita bisa dengan mudah mencari karang raksasa untuk menambatkan sauh supaya kapal aman berlabuh.

Dari kapal kedalaman air terkesan dangkal karena kejernihan air dan terumbu karang yang tumbuhnya lebih tinggi besar dibanding pulau yang kami kunjungi sebelumnya. Membuat taman bawah laut serta penghuninya terlihat begitu indah dan sempurna dari permukaan laut. Rasanya sayang kalau harus  melewatkan kesempatan undangan untuk langsung terjun bermain dipemandangan indah tersebut. Tidak menunggu lama saya dan beberapa teman berkeliling melihat lokasi yang lebih dalam untuk terjun ke air untuk menghindari benturan dengan karang. Kejernihan air sangat membantu kami langsung terjun tanpa menunggu waktu lama disamping itu juga karena kapal kami belum menepi. Seperti biasa masing-masing sibuk dengan agendanya. Berkeliling mencari makhluk laut yang ingin ditemui atau mencari view yang bisa diambil untuk mengabadikan moment bawah laut. Senang bisa berkesempatan melihat bintang laut, warna dark blue yang cukup besar dan warna coklat dengan kombinasi broken white. Saya sebenarnya pengen memegang bintang laut warna putih, tapi saya hanya bisa melihat dari kejauhan. Kurang lebih 90 menit kami bermain ditengah laut yang cantik dan tenang ditengah teriknya matahari.

Setelah puas bermain air kami langsung naik ke kapal yang kemudian langsung dibawa ketepi pulau cendikia tepat waktu makan siang. Seperti semula, kami berencana lunch dipulau tersebut dengan menu ikan bakar. Berbagai jenis ikan selain hiu yang kami berhasil dapatkan dengan mudah langsung dikerjakan dengan sigap oleh beberapa teman. Tanpa komando, masing-masing kami mengambil peranan, beberapa mencari sabut kelapa dan batang kering untuk bahan bakar, beberapa menyiapkan kayu panjang sebagai penjepit ikan untuk dibakar. Dan ada yang menyiapkan bumbu penyedap sederhana hanya dari kecap, potongan bawang merah dan cabe. Semua terlihat begitu sibuk dan tidak sabar menanti waktu makan bersama. Setiap ikan yang sudah siap santap langsung diserbu bersama dan ludes. Kami semua begitu lahap menikmati lunch ala alam, ada yang menyantap hanya ikan dan sambal, ada yang menggunakan nasi, ada juga yang menggunakan buras. Nasi kotak yang sengaja kami bawa untuk bekal tidak semuanya tersentuh, karena lebih tertarik dengan menu on the spot. Menyenangkan sekali bisa terlibat secara langsung kesibukan langka yang baru saya nikmati siang itu. Unforgettable moment. Pengalaman yang sangat indah.

Setelah membereskan segala sesuatu kami kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke pulau kecil yang berjarak 30 menit dari pulau cendikia dengan kondisi laut tenang. Kami tidak bosan untuk kedua kalinya mendarat di pulau kecil yang waktu itu sekitar pukul 2.40 pm. Beberapa diantara kami adalah pemancing ikan, dan lokasi pulau kecil sangat menyenangkan untuk memancing. Disamping itu juga cukup teduh untuk hanya bermain atau berbaring dipinggir pantai. Beberapa diantara kami sengaja menghabiskan waktu sisa untuk beristirahat, tidur dan sekedar bermain. Kami mengambil lokasi yang sama seperti hari pertama kunjungan kami, yaitu sisi kiri dermaga. Kami langsung mencari posisi masing-masing untuk berbaring. Ada yang beralaskan pelampung atau jaket, ada juga yang membentuk pasir putih sebagai alas kepala. Laut yang tenang, langit cerah serta udara yang sejuk dan teduh, sangat melengkapi kesempurnaan dan keindahan suasana liburan kami dipulau kecil. Kami kembali ke dermaga Legonbajak tempat transit kapal jam 5.20 pm, sempat menjumpai kapal tanker navareno dari samarinda yang mengangkut air bersih. Dan mampir ke pemilik guest house yang berdekatan dengan dermaga.
Kami meninggalkan karimunjawa menggunakan kapal express menuju ke kota Jepara. Perjalanan laut  kembali tepat waktu meskipun keberangkatannya sempat molor satu jam dari waktu yang sudah ditentukan, karena ada hal teknis.

Kami benar-benar menikmati liburan yang sempurna di pulau karimunjawa. Meskipun tidak semua pulau kami kunjungi, tapi menurut pendapat teman yang beberapa kali menikmati keindahan pulau karimunjawa, wisata kami saat ini tergolong istimewa, karena kami dibawa ke pulau yang jarang dikunjungi wisatawan lain. Kebanyakan pulau terletak dibarat pulau karimunjawa. Total pulau yang ada kurang lebih 30 pulau, termasuk salah satu pulau besar yang dibeli oleh salah satu perusahaan swasta besar di Indonesia. Kemungkinan akan banyak investor atau konglomerat yang akan menyusul berinvestasi di tempat wisata yang sangat potensial tersebut. Saya pun berandai-andai kalau punya banyak uang, hehehe.
Setiap menit perjalanan laut dan darat bisa kami nikmati, meskipun menggunakan transportasi yang serba sederhana, tapi itulah kebahagiaan, bisa menikmati segala yang tersedia didepan mata sebagai hal terbaik dengan ucapan syukur.

Semua kemantapan saya berwisata dalam berkat dan perlindungan Tuhan terkonfirmasi dengan dianugerahi cuaca cerah, kekompakan rombongan dan laut tenang tanpa gelombang. Ketenangan laut jika diperhatikan dari pantai lebih mirip kolam renang raksasa. Bahkan kami dimanjakan dengan fenomena alam yang boleh kami saksikan, bintang jatuh dimalam pertama kami datang, serta pelangi pada waktu kami dalam perjalanan menuju dermaga untuk meninggalkan karimunjawa. Berbanding terbalik dengan kabar cuaca dan gelombang tinggi yang kami terima sebelumnya bahkan sekembali kami ke kota Semarang, menurut BMKG gelombang kembali tinggi antara 2-3 meter. Pengalaman pertama yang membahagiakan.
Karimunjawa menjadi pengalaman pertama kedua saya setelah pengalaman pertama yang pertama ditahun ini, menyaksikan keseruan java jazz Maret 2013 lalu.

*17082013

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.