Selasa, 11 Agustus 2009

Apa yang aku cari...

Dalam hidup ini sebenarnya apa yang kita cari. Kalau boleh diringkas ada dalam satu kata kebahagiaan. Untuk segala usaha yang manusia lakukan, baik dalam kebodohan, kecerdikan, kejahatan, kelicikan, semua akan bermuara pada satu tujuan, kebahagiaan. Setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaannya sendiri-sendiri, dengan cara yang beragam. Hanya apa yang mendasari kebahagiaan itu yang terpenting.
Sebab kebahagiaan adalah sebuah akibat, tapi jika kita bisa menemukan penyebabnya jauh lebih penting. Karena itu yang menentukan dan memberikan garansi life time.
What the meaning of bliss. Apa arti kebahagiaan…
Dibawah ini ada beberapa kondisi yang bisa menjadi alasan seseorang untuk bahagia.

1.Kebahagiaan adalah ketika hidup meletakkan kita di antara begitu banyak orang yang sepertinya mengasihi dan mendukung kita dengan ketulusan.
2.Kebahagiaan adalah waktu hidup membawa kita pada seluruh impian berikut hasrat, keinginan dan segala agenda yang pernah ada.
3.Kebahagiaan adalah waktu hidup mempertemukan kita pada beribu petualangan besar dan kita bisa melewatinya dengan kemenangan mutlak.
4.Kebahagiaan adalah saat hidup membawa kita mencapai puncak kesuksesan tertinggi dan berkelimpahan dengan harta.
5.Hidup layak dan menikmati hari demi hari dalam ucapan syukur.

Apakah gambaran kebahagiaan nomor 1 s/d 4 salah? Tentu saja kalau dibilang salah, akan ada banyak orang tidak setuju. Sebab mutlak yang diatas adalah sebuah dambaan semua orang hidup yang ada dimuka bumi ini. Termasuk saya, juga akan merasa bahagia jika dibawa dalam kehidupan yang luar biasa semacam itu.

Tetapi pandangan manusia atau kita mengenai kebahagiaan yang bertumpu pada kondisi diatas akan membuat membuat manusia memiliki kecenderungan yang jahat. Sebab dengan begitu, manusia demi melihat sesama yang menurut asumsi mereka, sepertinya bahagia karena menikmati hal-hal tersebut.
Maka hati manusia akan mengalihkan pandangan dari tujuan utama hidup yang hakiki, kepada bagaimana mencuri, membunuh dan membinasakan segala yang dimiliki sesamanya, demi memperhatikan obyek mereka yang sepertinya begitu bahagia dengan apa yang mereka miliki. Dan kelicikan memberikan tambahan energi atau kekuatan ekstra untuk melakukan segala usaha dan cara, apapun itu.
Sesuatu itu bisa berupa harapan, seseorang, pekerjaan, kesenangan, kreatifitas.
Dan kalau kita tidak benar dalam penilaian kita mengenai satu kata ini, kita akan menjadi manusia licik dan jahat.

Pasti beberapa dari kita pernah diperhadapkan dengan kondisi seperti tersebut diatas, termasuk saya.
But don’t give up! Dia yang yang selalu kita akui ada didalam kita akan memberi kemampuan dan kekuatan bagi kita untuk menanggungnya.
Jika ada yang berharap dengan melakukan hal licik akan memindahkan kebahagiaan seseorang kepada yang melakukan kelicikan, itu bukan masalah besar. Itung-itung amal. Membahagiakan orang lain tanpa sengaja atau tidak langsung.
Banyak yang rela melakukan apapun untuk menyingkirkan apa yang ada disekitar seseorang kemudian berharap kebahagiaan akan hilang seiring dengan hilangnya apa yang orang tersebut miliki.
Sebuah tindakan yang tidak dilahirkan berdasarkan kebenaran, tetaplah sebuah taburan. Dan kita tetap menjadi penuai pada waktunya nanti.

Tapi tetaplah lakukan yang terbaik.
Percaya bahwa ini bukan sesuatu yang instant, semua membutuhkan proses.
Pada awalnya kita tidak bisa langsung menerima kondisi yang ditawarkan dengan hati yang bersyukur, bisa jadi sebaliknya.
Kita akan berpikir, betapa jahatnya orang-orang itu, dan betapa kasihannya saya.
Betapa baiknya saya. Kalimat dan ungkapan inipun sebuah kesombongan.

Kondisi miris, sebuah kedangkalan yang tak terduga. Tapi itu ada.
Dibumi ini ini, apa yang tidak mungkin.
Segala sesuatu dimungkinkan, dari perbuatan baik sampai jahat. Bahkan ada yang menggenapi Firman Tuhan yang baik, dari yang baik sampai yang jahat. Semua ada pada pilihan kita. Apa yang akan kita lakukan.
Menjadi penggenap Firman yang baik atau yang jahat.

Tapi kabar baiknya adalah Sang Pemberi Hidup juga menawarkan kemustahilan untuk kita bisa melewati dan menghadapi semua.
Kita tidak bisa menentukan siapa orang-orang disekitar kita, karakter yang seperti apa, bentuk dan casing yang semacam apa. Sebab bukan kita penentunya.
Tapi kita bisa menentukan apakah mereka memberi pengaruh dalam hal yang membawa kebaikan dalam hidup kita atau tidak.
Dan Dia juga selalu melengkapi.
Sebab ketika hidup meletakkan kita diantara orang-orang yang membuat kita down, terpuruk bahkan mati, pasti Tuhan juga sediakan orang yang membuat kita kuat dan bangkit kembali.
Tanpa kita duga, bisa orang yang baru kita kenal atau sahabat jauh, sahabat lama. Semua hadir tanpa terduga.
Dan itulah kehidupan.

Ada yang kita lupakan dalam hal ini.
Sesuatu yang seharusnya menjadi pertimbangan penting, bahwa apa yang terjadi disekitar atau diluar kita tidak akan berpengaruh besar dengan apa yang terjadi didalam kita.

Saya sudah mendengar hal ini lama sekali, bertahun-tahun yang lalu. Dan saya salah satu penganutnya.
Segala sesuatu yang kita dapat dari luar, bersifat sementara dan itu akan membuat kita mudah sekali bereaksi daripada melakukan tindakan proaktif. Memeriksa hal penting yang harus kita ambil daripada bereaksi negatif. Menuduh, berasumsi atau segala macam hal yang berbau reaktif.
Yang akan menyebabkan munculnya pemandangan aneh.
Sebentar berkata dengan penuh hikmat, sebentar kemudian ada dalam kondisi yang meledak ledak.
Sebentar begitu luar biasa berapi-api dalam sebuah harapan sebentar kemudian dalam kondisi yang terlihat begitu lemah seperti tak bernyawa.
Excuse-nya adalah manusiawi. Saya juga seperti itu.

Saya sempat share dengan teman. Mengenai sikap diam. Hal ini memang akan menimbulkan orang-orang disekitar kita berasumsi. Tapi biar saja mereka sibuk dengan asumsi mereka, toh itu bukan sebuah sikap yang buruk dan kita punya tujuan baik.
Tidak terlalu banyak bicara, tidak dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting dan yang pasti tidak memperkeruh keadaan.
Sebab ketika kita berada dalam sebuah kondisi yang tidak sesuai harapan kita, kecenderungan kita reaktif. Dan sikap diam sangat membantu kita untuk mengeliminasi sikap-sikap negatif yang kemungkinan muncul dalam kondisi tersebut.

Talkless do more…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.