Jumat, 10 Juni 2011

SANG PEMBEKAL

Dari sini aku bisa melihat,
Meskipun tetap saja aku belum tahu tepatnya ketinggian yang aku daki
Atau dimana landasan tempat aku berpijak kini,
Tapi bisa menikmati segarnya udara disini,
Yang aku bisa ingat dengan tepat hanya

Sedikit peluh...
Yang sesekali aku coba sapu dengan lengan atau telapak tanganku
Tapi lebih sering tersapu angin yang setia mengiringi perjalananku

Tentang kerikil dan bongkah batu,
Aku tidak pernah tertarik membagi fokusku untukmu
Meskipun kamu tidak pernah lelah mencari perhatianku,
Melukai telapak kakiku dengan ketajamanmu,
Yang sempat membuatku tertatih, tapi aku tetap maju melewatimu,
Atau bongkahmu yang kadang membuatku tersandung,kemudian tertelungkup,
Tapi bekalku masih cukup membuat kakiku tegak dan melewatimu.
Karena aku tahu kamu hanya bagian dari sebuah perjalanan panjangku.

Dan peluh (meskipun deras mengalir) aku tetap menyebutmu sedikit,
Karena kamu adalah bagianku, yang harus menandai waktu,
Bahwa aku akan menikmati kesegaran baru,
Memeriksa bekal dan melanjutkan langkahku.

Kekagumanku penuh didalam batin pada Sang Pembekal-ku,
Begitu detailnya Dia memasukkan semua perlengkapanku,
Untuk menghadapi berbagai musim
Bahkan untuk perjalanan yang masih didepanku,
Selalu kukagumi Sang Pembekalku

Grace is a gift for nothing and Something for nothing
Indie *050611 nite

1 komentar:

  1. Sang Pembekal tak pernah habis akal mengajar kita, mengagumiNya adalah keputusan paling tepat.

    BalasHapus

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.