Selasa, 10 September 2013

Bundaran Simpang Lima



Berada dipusat keramaian memang menyenangkan. Kita bisa menemukan banyak hal yang tidak kita jumpai diseputar rumah atau tempat aktifitas rutin kita.
Hari minggu 8 September 2013, sehabis melaksanakan tugas saya iseng jalan-jalan. Tidak direncanakan karena memang dadakan. Saya sengaja menelpon teman lama yang suka jalan-jalan juga. Dan kebetulan dia sedang berada disalah satu toko buku seputar simpang lima. Sebenarnya hari itu ada even menarik di kota lama, hidden heritage, tapi karena pertimbangan waktu dan lokasi akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan diseputar simpang lima.
Kami berdua bertemu dipintu masuk mall Ciputra. Kemudian langsung berjalan menuju ke tempat tujuan, bundaran Simpang Lima. Senang melihat tempat ini. Terdengar sedikit aneh , terus terang saya sebagai orang semarang asli dari kecil baru bisa menikmati jalan-jalan santai hari ini.
Bukan berarti saya tidak pernah, hampir tiap hari saya lewat, hanya tidak pernah meluangkan waktu untuk sekedar menyusuri trotoar baru.  Dulu beberapa kali pernah karena ada acara obade atau kirab waktu masih usia sekolah, atau karena terlibat secara langsung acara kerohanian.
Bundaran Simpang Lima dimalam hari sekarang lebih menarik untuk tempat santai. Berbeda dengan pemandangan beberapa tahun yang lalu, terlalu banyak pedagang, dari makanan, pakaian hingga perlengkapan rumah. Terkesan padat tapi tidak efektif untuk dinikmati.
Baru malam ini saya bisa mengamati dari dekat, ternyata ada sebentuk taman yang menghadap pertigaan  lengkap dengan tempat duduk. Seputar trotoar hanya terdapat rental sepeda lampu. Sehingga masih banyak tempat yang bisa dinikmati pejalan kaki layaknya taman kota. Dilingkaran dalam juga terdapat jalan setapak untuk pejalan kaki, yaitu dilapis kedua setelah trotoar. Ada permukaan berbatu dan plester. Saya jadi ingat ada teman  baru dari philipina, wanita yang berprofesi sebagai pengajar pernah bercerita, sekarang dia lebih memilih setiap pagi jogging di Simpang Lima, daripada melakukan treatmill dipusat kebugaran. Dia sempat mengajak saya untuk bergabung.
Meskipun minggu malam ternyata tetap banyak yang menghabiskan waktu disana. Ada beberapa keluarga muda, keluarga sederhana atau pasangan. Kami (saya dan teman wanita) hanya menyusuri setengah lingkaran yang menghadap jalan ahmad yani, sengaja ingin mencoba jalan setapak lapis kedua yang ada dilngkaran dalam. Dan kami jalan kembali dengan berjalan ditengah lapangan. Rumput dilapangan sudah habis, karena selain sepeda ada juga rental sepeda bermotor dengan banyak model. Dari yang bentuk single mini, sampai yang beroda tinggi semacam atv. Hanya saya tidak sempat mengamati lokasi tepatnya rental berada.
Saya senang ada kesempatan untuk jalan-jalan di seputar simpang lima, meskipun belum sempat sewa sepeda. Lain waktu harus dicoba lagi karena kalau hanya berdua kurang seru, harus banyak orang, jadi ada yang bisa mengabadikan aktifitas dan  mengambil beberapa view indah yang ada diseputar bundaran simpang lima.
Berada dipusat keramaian selalu memungkinkan munculnya inspirasi, keinginan dan banyak hal untuk mewujudkan sesuatu dalam hidup kita, dari yang pernah kita nikmati tapi belum sempurna sampai kepada hal yang belum pernah kita alami sama sekali.
Teman saya waktu melihat pasangan muda, keluarga kecil atau keluarga besar, tiba-tiba bilang “kapan bisa seperti mereka, keinginan sederhana tapi susah ya mbak” begitu katanya, sambil kami berjalan menyusuri lapangan. Suatu ungkapan standard yang sering saya dengar, dari beberapa teman wanita seusia saya.
“hehe, iya sih, saya juga pengen, sangat pengen bahkan” jawab saya sambil senyum.
Dalam hati saya sampaikan keinginan dan kerinduan saya terdalam saat ini, kesembuhan sempurna dan utuh, tanpa ada sisa rasa sakit atau efek lain yang menyertai. saya menatap ke langit dan tanpa sadar menitikkan air mata seperti mengakhiri doa singkat. Pencahayaan yang kurang membuat saya leluasa melakukan aktifitas reflek yang singkat itu.
Kami berjalan menuju trotoar untuk menyeberang dan meninggalkan bundaran simpang lima. Sekali lagi cukup senang dengan spontanitas malam itu. Ada yang kurang sih, tidak mengurangi keindahan malam itu, minggu yang cerah di bundaran simpang lima.

Indie *08092013  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.