Rabu, 16 Mei 2012

Start from small step and Next


Saya menyambut sabtu 12 Mei 2012, seperti hari biasanya. Dengan beberapa rutinitas dan tanggung jawab yang harus saya selesaikan.
Mengerjakan ritual pagi dirumah, saat teduh dan bersih-bersih termasuk minum obat, salah satu kewajiban yang paling tidak saya sukai beberapa hari terakhir tapi tetap harus saya lakukan.

Sebenarnya kewajiban minum obat untuk terapi saya selama 21 hari sudah saya selesaikan tanggal 7 mei 2012, dan itu berarti menjawab kebosanan saya menelan obat. Tapi selasa pagi kondisi saya menurun, merasa cepat lelah dan yang paling mengkhawatirkan suara habis. Hal yang tidak boleh terjadi karena pekerjaan saya selalu bersuara. Kembali terpaksa saya harus minum obat antibiotik selama 7 hari terhitung dari kamis malam 10 Mei 2012.

Saya mulai mengajar dari pukul 10.00 wib.
Kebetulan siswa 10.30 – 11.00 wib kosong saya gunakan 30 menit yang kosong untuk menjawab bbm yang masuk dari temen, yang awalnya saling sapa. Kemudian pembicaraan berlanjut tentang kondisi kesehatan masing-masing.

Saya cerita tentang hasil USG 17 April 2012 lalu bahwa rahim saya ditemukan kista sebesar 3.4 cm dan adanya penebalan dinding rahim oleh lapisan endomitrium sehingga menjadi tidak standard atau tidak normal yaitu 8.5 cm. Sebuah penyakit yang cukup jadi momok dan menakutkan untuk para wanita beberapa tahun terakhir. Termasuk saya, pertama kali melihat kenyataan hasil diagnosa tsb. Meskipun hanya beberapa hari saja kekhawatiran itu membayangi pikiran saya. Tapi cukup memiliki pengaruh dalam aktifitas saya. Karena ternyata alam bawah sadar saya masih dikuasai rasa takut.

Siang itu saya melanjutkan obrolan melalui bbm dengan teman, saya katakan ke dia bahwa saya sudah lakukan bagian saya, periksa dan minum obat, tapi saya minta Tuhan yang operasi, dan dikeluarkan melalui cara apapun asal tidak harus diangkat dengan cara operasi. Saya sangat yakin dengan apa yang saya tulis waktu itu.

Tapi sekali lagi, itulah sisi kemanusiaan kita, sebagai orang-orang percaya. Kadang kita lupa dengan apa yang kita yakini, padahal keyakinan yang sudah kita ucapkan itu sudah ditangkap Tuhan sebagai doa kita kepadaNya.

Tidak kebetulan hari ini 12 mei 2012, saat teduh yang saya dapat tentang mujizat dan dari kamis saya juga dapatnya Miracle just a head.

Tiga jam setelah saya ngobrol dengan teman saya melalui blackberry tepatnya 1.30 pm, setelah menyelesaikan tanggung jawab saya dengan siswa terakhir saya hari itu.

Kalau boleh jujur perjalanan hidup terberat saya adalah hari ini, berawal dari ingin buang air kecil. Sebenarnya melihat banyak darah hari itu bukan pemandangang istimewa, karena sudah terbiasa sejak 5 maret – 17 paril 2012. Tapi yang membuat saya sangat ketakutan adalah  sekembali saya dari toilet, saya merasa badan sangat lemas dan tidak bertenaga, keringat dingin dan kesakitan yang sangat di seputar pinggang dan rahim. Kalau tidak mengingat itu ditempat kursus mungkin saya bisa teriak sekencang-kencangnya untuk melepas rasa sakit, tapi ternyata itupun tidak sanggup saya lakukan. Saya tidak bisa melakukan apapun, apalagi membereskan barang, atau jalan. Buka mata dan bicara dengan konsentrasi saja sudah tidak bisa didengar dengan jelas. Saya harus membatalkan dua siswa kursus dalam pertemuan dengan sangat terpaksa. Hanya berbaring di sofa panjang tempat kursus. Begitu banyak yang berkecamuk dipikiran. Ruang logika berkuasa penuh dipikiran. Antara harus kontrol ulang ke dokter yang menangani sejak awal dan niat ke rumah sakit terdekat yang sempat saya kenal. Saya sempat bicara dengan pemilik kursus minta diantar ke Rumah Sakit terdekat, Bersyukur, bahwa niat saya tidak bisa segera dikabulkan karena tidak  adanya kendaraan yang bisa digunakan untuk mengangkut saya, disamping itu juga karena kesibukan beliau berdua. Antara sadar dan tidak, saya sama sekali tidak bisa menerangkan apa yang waktu itu menguasai pikiran saya, yang pasti banyak sekali suara yang lewat, entah dari logika atau iman, saya bergumam, minta ampun sama Tuhan karena malas menjaga tubuh, hari jumat hanya makan pagi, sampai dengan hari ini tidak makan sedikitpun. Sempat berkata seandaianya ini hari terakhir saya sudah siap, tapi masih ada sedikit canda dari kata kesiapan itu, saya bilang kok kayaknya ada yang belum saya selesaikan dengan hidup saya, tapi belum jelas itu apa. Pikiran dan hati saya kemudian sepakat pada sebuah titik permintaan “Tuhan berikan saya kekuatan untuk bisa cari makan sebentar ke ruko sebelah terus beres-beres barang dan langsung pulang, supaya tidak menghadapi masa berat dan merepotkan ditempat orang, amin!" Dan puji Tuhan, beberapa detik setelah amin bisa berdiri dan langsung makan soto hanya 15 menit saya sudah kembali ke tempat kursus dan beresin barang-barang yang biasa saya bawa ke lokasi. Setelah makan saya ijin pulang, dengan kekuatan yang luar biasa. Meskipun tidak terhindar dari pemandangan yang kurang sedap, darah begitu banyak keluar sempat sedikit menodai sofa tempat saya berbaring. Saya sampai rumah 2.55 pm.

Langsung bergegas ke kamar kecil, tanpa mempedulikan sepeda motor yang saya gunakan kotor penuh darah. Ada benda aneh dipemandangan saya, gumpalan putih dan merah darah yang  awalnya saya pikir itu pembalut yang hancur karena terlalu banyak darah yang keluar. Ternyata bukan. Saya segera ambil barang aneh tersebut dan saya masukkan ke dalam toples kecil bekas keju. Saya bersih-bersih, minum obat, kemudian membuat janji dengan dokter yang menemukan kelainan di rahim saya sejak awal. Saya dapat jadwal jam 6.00 pm.

Selepas itu saya merasa sangat normal, sangat berbanding terbalik dengan kondisi saya beberapa menit yang lalu.
Kabar baik dipemeriksaan kedua, adalah dimensi kista berkurang menjadi 2.8 cm dan rahim saya kembali menipis dengan ukuran normal 7,6 cm.

Saya tidak tahu kapan tepatnya sel endomitrium yang menyebabkan dinding rahim saya menebal itu lepas, saya hanya berani memperkirakan itu pasti terjadi tepat diwaktu-waktu krisis saya antara 1.45 – 2.30 pm, tepat waktu saya mendapat kekuatan baru yang luar biasa untuk makan dan menuju perjalanan pulang.
Begitu banyak hal yang saya dapatkan melalui perkara ini, bahwa Tuhan melakukan tepat seperti apa yang kita doakan. Hanya kadang kita tidak siap dengan keyakinan atas permintaan kita, tepat pada waktu Tuhan berkenan mengerjakannya untuk kita.


Tapi disini saya berani berkata, tetap lebih menguntungkan di operasi Tuhan sendiri, karena tanpa resiko jika Tuhan yang melakukan operasi dalam tubuh kita, tidak ada benda asing yang harus dimasukkan kedalam tubuh kita, selain cara-cara alami yang Tuhan lakukan.
Meskipun tidak tahu dengan tepat apakah itu ada hubungannya dengan minuman Oxygen yang saya konsumsi, atau obat terapi yang saya taati untuk saya habiskan. Yang saya tahu sekarang hanyalah pasti semua ada dalam campur tangan Tuhan, saya semakin mengerti apa itu keyakinan dan bagaimana setiap waktu kita harus mempersiapkan diri menerima apa yang kita doakan dalam iman yang penuh kepada Tuhan.

Dari sini saya mengingat beberapa pesan yang pernah saya dapatkan dalam perjalanan iman saya sehubungan dengan hal ini, yaitu tentang apa yang Tuhan sediakan dalam hidup kita semua orang yang percaya kepada kuasaNya. Hati Tuhan tentang kita ada dalam Ef 2:4-7 

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
tentang From Glory to Glory. (dari kemuliaan kepada kemuliaan).
Yang lebih menarik dari janji itu sendiri adalah hal-hal yang menyebabkan kita tidak bisa menerima semuanya itu. Antara lain ada tiga hal yang tercatat dengan jelas :

1    1. No glory without vision - All glory start from vision
Bahwa apa yang kita lakukan harus berdasarkan sifat Tuhan yaitu benar dan ajaib.
Fil 2:6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.
2 pet 1:3  Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (Everything life)
Mengandalkan Tuhan, dan selalu berpikir bahwa segala yang baik dalam hidup kita datangnya dari Tuhan, tentang kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal baik didalam hidup kita dan segala aktifitas kita,
2   2. No glory without sacrificed - Start from small step and next
Korban bisa dalam bentuk apapun. Bisa jadi kesehatan.
2 kor 12:7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Kadang dibutuhkan satu takaran rasa sakit atau sebentuk tragedi dalam perjalanan hidup kita, untuk mengembalikan hati kita kepada tempatnya. Dengan demikian kita bisa  mengingat kembali bahwa Tuhan adalah pengendali hidup kita, dalam segala aktifitas dan kondisi apapun, hidup kita adalah miliknya.

3   3. No glory without obedience
Mentaati cara yang Tuhan mau, bukan yang saya mau.

Maju terus dalam perjalanan hidup dan iman, for we know Miracle just a head!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.