Minggu, 09 Agustus 2009

Gaya Hidup Seorang Penyembah

Gaya Hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.

Kita mudah mengatakan seseorang bergaya hidup mewah atau bergaya hidup sederhana berdasarkan apa yang kita amati dari apa yang dipakainya, kemana dia berbelanja, dimana dia menghabiskan waktu senggangnya, bagaimana rumahnya, dan sebagainya.
Kalau seseorang mengatakan “penyembahan sebagai gaya hidup”, beberapa orang mempunyai gambaran tentang orang yang sehari-harinya banyak menghabiskan waktunya dengan Tuhan melalui nyanyian pujian, melatih keterampilannya, banyak menyendiri untuk berdoa, bermain alat musik, entah di pekarangan rumah, di kamar, dan ia seorang yang senang menyanyi dan memutar kaset atau cd, melakukan pelayanan-pelayanan di gereja.
Bagaimana kita dapat mengatakan seseorang atau diri kita sendiri memiliki gaya hidup sebagai seorang penyembah?
Ada banyak kisah tentang seorang pelayan Tuhan yang sebagian waktunya untuk melantunkan pujian dan memainkan alat musik dengan suatu maksud menjadikan penyembahan sebagai gaya hidupnya, namun di tengah perjalanannya justru mereka tidak menemukan kuasa dari penyembahannya. Menyanyi dan memainkan instrument lambat laun hanya menjadi hal yang menyenangkan namun tidak membawa dampak.
Kadang-kadang sekalipun telah mengangkat beberapa pujian, kita merasa mengalami kesulitan mengalir dalam hadirat Tuhan. Seakan-akan penyembahan menjadi sekedar lagu-lagu yang bagus syairnya karena memang kita senang menyanyi. Kita merasa agak kecewa, apakah Tuhan tidak berkenan?
Gaya hidup seorang penyembah adalah saat banyak hal terlintas dalam pikiran kita, dengan sangat mudah kita dapat mengkomunikasikan pikiran-pikiran itu kepada Tuhan. Seiring dengan kesibukan-kesibukan kita, setiap kita menyanyi dan menyembah, serasa hadirat Allah itu menyelimuti bahkan di setiap perjalanan di dalam bus, angkot, mobil, motor mudah sekali kita merasakan hadirat Tuhan walau hanya dengan mendengarkan lagu-lagu dari handphone, mp3 player.
Sementara kita melakukan hobby, olah raga, berkebun, memasak, dll, mudah sekali hati kita terangkat untuk bersyukur dan bersukacita karenaNya dan mendapat ide-ide baru dalam kepekaan roh. Sehingga ketika kita ada dalam kondisi pekerjaan yang padat dan menyita sebagian besar waktu keseharian kita. Kita dapat lebih merasakan keterlibatan hadirat dan kuasa Tuhan jauh-jauh lebih besar, tiada hari tanpa pertolongan Tuhan yang datang dari kepekaan roh kita kepada tuntunan dan hikmat Tuhan. Hati kita mudah merasakan jamahan Allah yang istimewa.
Seorang penyembah selalu bekejerja, ketika bekerja ia selalu melibatkan Allah. Seorang penyembah selalu berjuang, ketika berjuang ia menyanyi. Seorang penyembah selalu berbuah dan buahnya menjadi berkat bagi keluarganya, perusahaan, lingkungan dan gerejanya.
1. Ketika kita memutuskan untuk lebih memberi waktu dan memberi diri sebagai imam musik atau pemuji, pastikan hal itu tidak didominasi karena hobby, dan waspadalah akan “kemalasan” yang hanya akan menjauhkan kita dari kuasa penyembahan itu sendiri.
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. (Amsal 12:27)
2. Kita tidak mengurung penyembahan ke dalam suatu kotak lalu kita masuk ke kotak itu dan menutup kotak itu, melainkan kita harus membawa penyembahan itu keluar, kemana pun kita pergi. Sebab kita menyembah Dia dengan roh kita.
3. Penyembahan itu menjadi gaya hidup bila penyembahan tidak mengusir kesibukan kita, melainkan menjadi inspirasi dan kekuatan kita untuk berkarya lebih banyak lagi, bahkan membawa keberhasilan dalam tugas-tugas kita.
4. Bayangkan betapa dahsyatnya urapan yang terjadi pada pelayanan di 1 hari minggu, setelah selama 6 hari penyembahan itu dibawa oleh seluruh anggota tim musik dan pujian gereja kita ke tengah aktivitas mereka masing-masing.
Panggung gereja bukan tempat utama penyembahan, melainkan “tempat terakhir” setelah 6 hari pelatihan di dalam kehidupan sehari-hari.

PENYEMBAHAN SEJATI

Penyembahan sejati adalah mutiara yang langka dalam Gereja pada masa kini. Penyembahan merupakan suatu panggilan yang melampaui panggilan rasul, nabi, penginjil, pendeta, pengajar atau pelayanan lainnya. Panggilan untuk menyembah diberikan kepada setiap orang yang percaya, muda atau tua, dewasa atau belum dewasa. Allah mengharapkan dan memerintahkan umat-Nya untuk menyembah.
Salah satu masalah serius dalam Gereja pada masa kini adalah bahwa, walaupun penyembahan dituntut dari setiap orang Kristen, penyembahan hanya dialami oleh sangat sedikit orang. Sebagian besar orang percaya jarang sekali bahkan belum pernah memasuki suatu perjumpaan dengan Allah dalam penyembahan sejati.
Penyembah-penyembah sejati berpusat pada Allah bukan pada diri sendiri. Mengenai penyembahan, seorang hamba Tuhan dan juga pengajar yang bernama A. W. Tozer menulis: “Penyembah memiliki kesibukan yang abadi bersama Allah.” Inilah rahasia penyembahan yang penuh kuasa. Ketika kita masuk dalam penyembahan yang sejati, pandangan kita bukan pada diri kita sendiri tetapi perhatian kita tertuju ke Surga. Manusia diciptakan untuk menyembah Allah. Tuhan berkata: “Di atas segala mahluk yang telah Kubentuk, dan Kuciptakan, Kuberikan kepadamu satu hal terbesar bahwa engkau dapat menyembah-Ku dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh mahluk lain.” Kita ada di sini untuk menjadi penyembah terlebih dahulu dan kemudian menjadi pekerja.
Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang penyembah akan memiliki kekekalan di dalamnya.
Tentang topik yang sama seorang yang bernama A. P. Gibbs mengeluarkan pernyataan: “Mutu penyembahan yang tidak menghasilkan pelayanan, dan pelayanan yang tidak mengalir dari penyembahan, keduanya berada jauh di bawah standar ukuran Ilahi.”
Juga seorang hamba Tuhan lain yang bernama T. Austin Spark berkata: “Awal dari segala sesuatu dalam hubungan dengan Allah adalah penyembahan; yaitu Allah mendapatkan tempat yang utama dan tertinggi dalam kepatuhan dan penyerahan diri kita sepenuhnya dalam setiap bagian dan keberadaan kita. Penyembahan dimulai di sana. Penyembahan adalah suatu hubungan, bukan sekedar pelaksanaan. Bukan sesuatu yang kita lakukan dengan cara-cara dan metode-metode tertentu; Penyembahan merupakan suatu sikap hidup, suatu tempat yang dimiliki Allah dengan segenap kesadaran.”
Sebagian besar dari kita menganggap musik dan penyembahan sebagai dua hal yang sama. Ini merupakan suatu konsep yang salah. Musik memang merupakan suatu bagian yang penting dalam penyembahan, tetapi penyembahan yang sejati mencakup jauh lebih dari sekedar musik.
Kenyataannya, beberapa tindakan penyembahan yang paling menonjol dalam Alkitab sama sekali tidak berhubungan dengan musik. Penyembahan adalah pemberian yang tidak ditahan dan dengan penuh kerelaan dari segala sesuatu yang kita miliki kita berikan kepada Allah karena kesadaran kita akan siapa Dia dan kelayakan-Nya.
Penyembahan bukanlah suatu ritual atau tindakan, melainkan suatu sikap hidup, di mana Allah mempunyai tempat pertama yang mutlak dalam pemikiran, kasih dan kesadaran seseorang. Allah memberikan prioritas yang tinggi pada penyembahan;
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Lukas 4:8).
“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:23)
Salah satu masalah dalam penyembahan kita dibegitu banyak Gereja dewasa ini adalah bahwa kita cenderung terpaku pada musik, nyanyian, tarian, kibaran bendera, atau apa saja dan kehilangan wawasan tentang Allah. Terlalu sering kita mencari suatu pengalaman yang terpusat pada emosi dan bukannya perjumpaan berdasarkan pada kenyataan tentang Dia yang adalah: jalan, kebenaran dan hidup.
Dan bagi kebanyakan orang percaya “Penyembahan” lebih merupakan suatu acara atau pertunjukan daripada suatu perjumpaan ilahi di mana mereka bisa berpartisipasi secara pribadi.
Penyembahan yang sejati berfokus pada satu Pribadi dan hanya satu Pribadi saja, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, hanya Dialah yang layak mendapatkan penyembahan kita. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi, bulan, dan bintang, dan menempatkan mereka di tempatnya masing-masing. Dialah yang membangun dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan. Fokus penyembahan kita harus tertuju kepada Allah saja.

Charles Spurgeon pernah berkata: “Bahwa penyembahan adalah karya Roh di dalam jiwa untuk kembali pada penciptanya.” Penyembahan adalah respon kita terhadap kasih, anugerah, rahmat, kemurahan, dan kebaikan Tuhan. Mengenal Allah berarti menyembah Dia.
Di dalam suratnya kepada jemaat di Roma Rasul Paulus mengatakan:
“Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
(Roma 11:34-36, 12:1).
Segala sesuatu yang kita miliki, dan seluruh keberadaan kita, telah kita terima dari Allah. Segala sesuatu yang akan kita terima atau yang akan terjadi pada kita adalah dari Dia. Di dalam Dialah kita hidup, bergerak, dan memiliki keberadaan kita. Secara sederhana, penyembahan adalah penyerahan kembali segala sesuatu kepada Allah tanpa ada yang ditahan.
Lebih jauh, penyembahan adalah penyerahan diri kita sendiri kepada Allah tanpa syarat dalam kasih, dan ketaatan yang mutlak. Segala sesuatu dalam kehidupan kristen kita harus mengalir dari penyembahan. Mutu pelayanan dan kemuridan kita tergantung pada mutu penyembahan kita.

Allah secara aktif mencari penyembah-penyembah sejati.
Seorang penyembah yang sejati adalah sebuah mutiara yang langka.

PENYEMBAH YANG BENAR

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” Yohanes 4: 24
Bukan secara kebetulan Yesus berada di dekat sumur Yakub dan murid-murid-Nya tidak ada di sana. Yesus menunggu kedatangan perempuan Samaria itu! Mungkin Yesus telah menunggu 1 jam, 3 jam, mungkin 5 jam. Ini adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa, sebab di dalam dunia sekarang ini biasanya seorang pegawai yang menunggu seorang bos, bukan sebaliknya. Tetapi Tuhan Yesus merendahkan diri-Nya untuk menunggu seorang perempuan Samaria yang belum mengenal-Nya. Ketahuilah bahwa Yesus juga menunggu setiap kita dengan sabar lama sebelum kita mengenal-Nya!

Lalu Yesus memberikan dua pilihan kepada perempuan Samaria ini, minum air dari sumur Yakub atau minum air hidup yang ada pada-Nya. Yesus menjelaskan bahwa siapa yang minum air dari sumur itu akan haus kembali, tetapi sebaliknya siapa yang minum air hidup yang dari Yesus tidak akan haus untuk selama-lamanya. Air ini akan menjadi mata air di dalam orang yang meminumnya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4: 14).

Yesus berkata kepada perempuan Samaria ini bahwa penyembah-penyembah yang benar adalah mereka menyembah di dalam roh dan kebenaran sebab Allah itu Roh (ayat ke-23 dan 24). Penyembahan itu bukan tentang gaya menyembah, tempat di mana kita menyembah, ataupun musik-musik yang indah. Penyembahan adalah suatu gaya hidup, dan yang keluar dari dalam hati seseorang yang mengasihi Tuhan. Jikalau kita belum menyembah Tuhan di dalam roh, itu belum merupakan suatu penyembahan, itu mungkin hanya nyanyian indah yang keluar dari mulut kita.

Saat kita benar-benar mengandalkan Tuhan sepenuhnya, itu merupakan suatu penyembahan yang benar.
Ada perbedaan dari pujian dan penyembahan. Pujian adalah sesuatu yang kita naikan kepada Tuhan akan apa yang sudah Dia kerjakan di dalam hidup kita. Contohnya, doa kita yang sudah dijawab-Nya, penyakit yang sudah Ia sembuhkan. Tetapi penyembahan adalah sesuatu yang kita berikan kepada Tuhan akan hal yang belum kita lihat, yang belum terjadi. Kita menyembah bukan karena hasil yang sudah kita peroleh, tetapi karena kepribadian Tuhan. Walaupun keadaan kita susah, kita menyembah Dia, sebab kita tahu bahwa Allah itu mengasihi kita, dan Ia setia kepada janji-janji-Nya. Itulah penyembahan!
Di dalam ayat yang ke-4 dikatakan bahwa Yesus harus masuk melintasi daerah Samaria. Tetapi sebenarnya kalau kita pelajari benar-benar, Yesus tidak secara fisik masuk kota Samaria, tetapi Yesus masuk ke kota Samaria melalui seorang perempuan Samaria yang hidupnya sudah Tuhan ubahkan.
Tuhan Yesus menginginkan agar setiap kita memiliki hati seperti Dia, hati yang merindukan akan jiwa-jiwa. Perempuan Samaria ini juga mempunyai kerinduan terhadap jiwa-jiwa lainnya, ia membawa orang-orang di kota itu kepada Yesus. Dan pada waktu itu, banyak orang Samaria yang percaya kepada Yesus. Marilah kita juga mempunyai kerinduan kepada jiwa-jiwa, dan membawa mereka kepada Yesus.
“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4: 34).

Worship Inspiration (Inspirasi Penyembah)
  1. Engkau hanya bisa mengantar seseorang sejauh jalan yang pernah engkau lewati. Tugas seorang pelayan penyembahan adalah menjadi imam dan nabi bagi orang lain. Jika imam dan nabinya saja tidak memiliki kedekatan dengan Allah, bagaimana mungkin ia bisa mengantarkan orang lain untuk bertemu dengan Allah dan mewakili Dia untuk menyampaikan pesan bagi orang lain.
  2. Satu-satunya cara untuk meninggikan Allah yang Maha Tinggi adalah dengan membuat diri kita semakin rendah Daud pernah berkata bahwa ia akan menghinakan dirinya lebih lagi untuk memuliakan Allah. Daud tahu bahwa Allah sudah Maha Mulia dan tidak bisa ditambah lagi kemuliaanNya, itu sebabnya untuk membuat Allah bertambah mulia, ia membuat dirinya bertambah hina. Begitu pula jika Anda ingin meninggikan Allah yang sudah Maha Tinggi, satu-satunya cara adalah membuat Anda serendah mungkin. Itu sebabnya “worship” dalam budaya Israel diwujudkan dengan tindakan sujud bertiarap.
  3. Sama seperti mengasihi tanpa memberi, melakukan penyembahan tanpa persembahan adalah sebuah kemustahilan Penyembahan adalah sebuah tindakan pemujaan, dan setiap pemujaan selalu memiliki unsur pengorbanan. Dalam penyembahan akan selalu ada sesuatu yang dipersembahkan. Meski Allah tidak memandang persembahan apa yang kita bawa (karena ia lebih peduli dengan pribadi kita sebagai penyembah), tetap saja Anda membutuhkan sesuatu untuk Anda bawa sebagai persembahan saat Anda menyembah Dia.
  4. Kita akan menjadi sama seperti apa/siapa yang kita sembah Salah satu unsur yang terdapat dalam penyembahan adalah PELEBURAN. Anda akan menjadi satu, menjadi terkait, terkoneksi, dan menjadi serupa dengan apa/siapa yang Anda sembah. Jika seseorang mengaku menyembah Kristus tetapi ia tidak semakin serupa denganNya, maka jangan-jangan ia sedang menyembah yang lain.
  5. Jika kita menyembah Allah karena mengharapkan pertolonganNya. Penyembah berhala pun melakukan hal yang sama Perbedaan penyembah yang sejati dengan penyembah palsu adalah penyembah sejati datang dengan niat untuk memberi, berkorban, dan mempersembahkan sesuatu. Penyembah palsu datang dengan niat meminta, berharap, dan mengambil sesuatu.
  6. Penyembahan adalah RESPON atas eksistensi Allah Menyembah Allah artinya meresponi kehadiranNya dalam hidup kita. Jika kita hanya merespon Dia ketika berada di pertemuan-pertemuan rohani saja, maka kita belum menyembah Dia setiap saat. Penyembah sejati akan meresponi kehadiran Allah di dalam setiap detik kehidupanNya.
  7. Menyembah Allah bukanlah keahlian, menyembah Allah adalah panggilan hidup semua orang Banyak orang berkata bahwa para pelayan pujian & penyembahan adalah orang-orang yang ahli menyembah. Inilah paradigma yang salah. Menyembah Allah bukanlah bakat dan keahlian milik orang tertentu, menyembah Allah adalah “natural calling” kita. Setiap manusia lahir dengan tahta di hatinya untuk disembah dan tahta itu didesain untuk diduduki oleh Allah sang pencipta kita.
  8. Kemuliaan selalu didahului oleh Pengorbanan Dalam berbagai peristiwa di alkitab, kemuliaan Allah seringkali tercurah setelah ada orang yang memberikan persembahan sebagai korban kepada Allah. Menyembah Allah adalah tindakan pengorbanan agar kemuliaan Allah dinyatakan. Jika dalam hidup ini Anda belum pernah merasakan kemuliaan Allah dinyatakan, kemungkinan Anda belum mengorbankan apa pun, dan dalam kata lain, Anda belum menyembah Dia.
  9. Penyembahan sejati selalu mengalir dari dalam ke luar, bukan sebaliknya Kebanyakan orang sering menilai apakah seseorang sedang menyembah Allah dari hal-hal fisik yang nampak di luar (tepuk tangan, nyanyian, bahasa tubuh, wajah, dan sebagainya). Padahal, bukan apa yang nampak yang menentukan kesejatian penyembahan kita, melainkan apa yang ada di dalam, yaitu hati Anda! Jika hati Anda dipenuhi hasrat untuk menyembah Allah, secara otomatis, hal-hal eksternal akan mengikuti.
  10. Salah satu alat pengukur tingkat penyembahan adalah: KERELAAN Sama seperti orang yang sedang jatuh cinta dan rela melakukan apapun, orang yang sedang menyembah bahkan memiliki kerelaan yang lebih besar lagi. Untuk mengukur sampai dimanakah seseorang sudah menyembah Allahnya , lihatlah dari kerelaannya. Apakah ia rela seluruh haknya diambil alih oleh Allah? Semakin ia tidak rela, semakin ia jauh dari penyembahan kepada Allah.

Rabu, 17 Juni 2009

Manajemen Karakter

Karakter adalah respons yang benar dan bijak bahkan ketika situasi tidak mendukung.
Perjalanan hidup tidak pernah menjanjikan bahwa semua akan berjalan lancar. Ketika situasi terasa begitu menekan dan tidak bersahabat, kita menjadi gentar dan bisa kehilangan arah. Sebaliknya, ada masa-masa keemasan penuh kebanggaan. Ketika berada di puncak, kita bisa lupa diri di mana kaki menjejak. Kehidupan sering membawa kita menjelajahi irama “gunung dan lembah.”

APA YANG DIPERJUANGKAN?

Setiap orang pasti menginginkan semua yang baik dalam hidupnya. Namun, betapa sering kita terjebak mengejar tujuan dan cita-cita, tapi lupa maknanya. Mendahulukan status lebih daripada kontribusi.

Hidup adalah perjuangan. Tapi, apa yang diperjuangkan? Suatu terminal dengan berbagai atribut kesuksesan, ataukah perjalanan yang penuh hikmah? Semua akan berjalan bersama-sama, namun proses yang akan menentukan hasil.

Dalam proses selalu ada reaksi dan respons. Sikap reaktif terjadi ketika emosi, sikap, dan tindakan kita terpicu tanpa penguasaan diri. Padahal keberhasilan terletak pada respons yang benar dan bijak. Respons yang benar menunjukkan peran penting akal budi, sikap hati, dan hikmat sejati. Itulah karakter.

PEMBENTUK KARAKTER
Temperamen

Temperamen adalah sifat seseorang yang dimiliki sejak lahir dan yang cenderung memengaruhi respons alamiahnya. Peristiwa yang serupa memberi reaksi berbeda dari masing-masing tipe temperamen. Misalnya, ada orang yang bersemangat menghadapi tantangan, tapi ada yang justru khawatir. Ada yang mudah bekerja dalam kelompok dan ada yang senang bekerja sendiri. Memahami temperamen masing-masing membuat kita lebih mudah mengelola karakter.

Pola asuh

Masa pertumbuhan berperan penting dalam pembentukan kepribadian. Pola asuh akan membentuk citra diri dan kebiasaan seseorang. Pengalaman masa kecil memengaruhi sikap dan respons saat menghadapi masalah.

Pendidikan

Pendidikan formal berperan dalam membentuk pola pikir atau paradigma kita. Wawasan yang luas dan sikap obyektif membantu proses tindakan yang responsif. Namun pembelajaran juga bisa berlangsung secara informal. Ada yang belajar secara otodidak, sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran berlangsung seumur hidup.

Motivasi
Yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu adalah motivasi. Motivasi dapat dipicu oleh banyak aspek. Dari macam-macam kebutuhan hingga berbagai dorongan perasaan dan empati. Motivasi positif membangun karakter yang positif pula.

Keyakinan

Keyakinan adalah pola kepercayaan atau hal-hal yang dianut. Keyakinan menjadi landasan untuk menimbang dan tolak ukur kebenaran. Namun apa yang diyakini seseorang tidak selalu benar. Itu yang disebut false belief atau kepercayaan palsu. False belief membuat kita berespons secara keliru pula. Karena itu kita perlu mengevaluasi hal-hal apa yang dipercayai.

Bukan Instan

Salah satu tanda kedewasaan adalah kualitas karakter seseorang. Karakter dibangun melalui respons yang benar dan bijak. Respons benar yaitu melakukan hal yang benar dengan cara benar. Sedangkan respons bijak adalah melakukan hal yang tepat pada saat yang tepat. Karakter adalah fondasi kesuksesan. Karakter dibangun lewat proses kehidupan. Karena itu mengelola karakter merupakan tanggung jawab pribadi.

TIPS MENGELOLA KARAKTER:

1. Miliki pola pikir yang benar

Kekuatan pengendalian diri terletak pada aspek kognitif atau pola pikir kita. Ada pepatah, seseorang akan menjadi seperti apa yang dipikirkan. Pikiran-pikiran yang benar, positif, dan obyektif menjadi sumber kekuatan kesadaran kita untuk mengelola karakter melalui respons yang benar.


2. Kembangkan sikap hati yang benar

Suasana hati merupakan sumber motivasi dan penggerak kita. Karena dari hati terpancar kehidupan. Raja Daud senantiasa berdoa agar memiliki hati yang tulus dan benar. Sikap hati yang benar menjadi perisai terhadap kejahatan.


3. Bangunlah hikmat sejati

Hikmat melampaui berbagai pengetahuan. Orang yang berhikmat memiliki solusi bahkan ketika seakan tidak ada jalan keluar. Hikmat sanggup memberi pemahaman dan pengertian. Hikmat diperoleh ketika kita memiliki sikap takut akan Tuhan dan mencarinya dengan kesungguhan hati. Dengan hikmat, karakter dapat dibangun dan dikelola dengan maksimal.

Selasa, 16 Juni 2009

Sedang dimana

Sekilas melihat, mendengar, mengamati…
Ada yang hanya diam dan merenung, meratapi sebuah adegan masa lalu yang berisi kegagalan dan kekecewaan.
Ada yang tertatih-tatih melanjutkan hidup yang tak kunjung berakhir.
Ada yang melangkah tegap dan pasti menggapai asa dan mimpi.
Ada yang terus berlari, berkejaran dan berlomba dengan kebutuhan.
Semua ada dibawah matahari…
Bercerita mengenai bagaimana cara menikmati dan memperoleh bahagia dengan cara beragam dan unik.

Sementara aku sendiri, dalam diam kadang bertanya sedang dimana aku sekarang, dan apa yang sedang aku kerjakan...
Sudahkah yang aku buat memberkati banyak orang?
Sudahkah hidupku menjadi jawaban bagi orang disekitarku?
Ingatan masa lalu yang menyelinap tiba-tiba menyisakan rasa bersalah, memunculkan sebuah tanya is there second chance for me?
Bahkan dalam keterbatasan jiwa… pikiran jadi fokus pada keadaan. Memunculkan sebuah kalimat, seandainya mereka tidak selalu terfokus pada kekurangan.

Yang seorang memandang sebagai bentuk titik… kurang tebal, terlalu tebal,
Yang seorang memandang sebagai persegi… kurang simetri, terlalu kotak,
Yang seorang memandang sebagai bulatan… kurang bulat, terlalu menyerupai globe,
Yang seorang memandang seperti penggaris… kurang presisi, terlalu presisi,
Masih ada trapezium dan segi lain didunia ini…

Lelah, satu kata yang akan selalu menyergap. Sementara aku sendiri melihat kekuranganku sebagai sesuatu yang harus aku sempurnakan dan aku perbaiki. Orang lain berpikir mengenai hal lain dari diriku yang dianggap sebagai sebuah kesombongan yang harus dipangkas dan memerlukan shock terapi…
Ketika kondisi-kondisi itu ada didepan mata, selalu kembali kepada pertanyaan serupa di atas.

Temenku dipahitkan oleh kondisi yang manis.
Cerita klise mengenai hidup dalam sangkar emas. Yang kadang memunculkan rasa curiga dalam hatiku, apakah itu isapan jempol atau sebuah kebenaran.
Gelimang harta, penuh perhatian, limpah kasih sayang, banyaknya larangan menjadikannya merasa hak menjalani hidup secara penuh dibekukan. Dan justru kondisi itu yang memahitkan dia sehingga menjadi seorang pemberontak.
Jujur aku pengen bilang, omong kosong, terlalu didramatisir.
Masa kecil nurut tidak ada salahnya, karena akan datang hak itu pada masanya.

Sementara masa kecilku sempat dipahitkan karena memang kondisi yang pahit. Tapi manisnya kebaikan TUHAN melalukan aku dari kepahitan. Sehingga ketika perjalanan membawa aku pada sebuah kondisi apapun yang memahitkan, aku sudah terimun. Karena aku telah temukan penawar racun pahit itu.
Mendambakan peraturan yang akan merapikan hidupku. Pujian, bingkisan, celebration karena sebuah prestasi. Huff.., itulah kerinduan sederhana masa kecil. So simple, but i never get it.
Suer, waktu kecil aku tidak dambakan hal yang berlebihan, hanya serba cukup. Cukup perhatian, cukup kasih sayang, cukup materi. Menurutku konsep sederhana itu bisa membentuk sebuah pribadi tumbuh secara normal dalam sebuah keluarga.
But i never get it.
Alm Ibu yang memiliki masa muda yang terkekang berpikir bahwa beliau tidak bahagia dengan hidup dalam pola semacam itu. Langsung praktikum mendidik kami dengan cara yang berlawanan arah. Berharap dengan kebebasan tersebut anak-anaknya akan menemukan kebahagiaan seperti yang beliau gambarkan. Tanpa perhatian, tanpa larangan. Bahkan ditanya “duduk di kelas berapa anak bungsunya sekarang” pun tidak terjawab dengan tepat.
Tidak tau mana yang benar.

But i know that i’m not the one…

Dari dulu, tanpa ada yang memerintah dan menuntun, aku selalu berusaha mencari sebuah aturan untuk diriku sendiri supaya menjadi lebih baik dan lebih benar.
Sampai suatu saat aku sadar bahwa selalu ada yang menuntun aku untuk mencari.
Apakah semua semulus yang aku harapkan, hampir tidak pernah. Semua jauuuuh dari harapan. Smashed my hope.
Kadang dalam kondisi yang kurang stabil, muncul pertanyaan apa yang sebenarnya ingin aku jelma, kadang aku pengen jadi seorang easy going. Menambah pengetahuan ini dan itu sebagai perlengkapan supaya aku bisa diakui oleh orang disekitarku, bahwa aku sudah seperti orang yang ada dalam anganku saat itu. Menyelipkan sedikit demi sedikit kalimat berhikmat dalam setiap perbincangan untuk memperkenalkan bahwa aku adalah seseorang.

Dua kondisi yang berlawanan antara aku dan temanku, apakah ada yang salah, aku juga tidak bisa menjawab dalam definisi yang benar. Kalaupun terjawab, itu dari sisi aku.
Semua bermuara pada bagaimana akhirnya kita melihat akhir dari sebuah proses didalam hidup.

Seperti saaat ini, when i seek out my heart, ternyata beberapa adegan itu adalah sebuah ringkasan protes “aku kawanmu, jangan bedakan aku”.
Keinginan masa kecilku ternyata masih memberi energi kuat, dalam aku mengambil beberapa keputusan.
Kadang dengan begitu yakin langkah terayun, kadang kuhakimi diriku dalam hati dengan kata terlambat, karena kesadaran bahwa itu hanya bagian dari usaha manusia.

Dan hari ini aku ketemu definisi baru, bagaimana hidup kita bisa dinikmati orang lain dan bagaimana kita menikmati hidup secara utuh didalam DIA. Itu jauh lebih penting...
kata lain yang lebih umum adalah, bagaimana kita menjadi berkat buat banyak orang disekitar kita tanpa terkecuali dan beragam.
Dari orang yang kita kasihi dan mengasihi kita sampai kepada orang yang tidak menyukai kita dan tidak kenal dengan kita.

Tetap DIA yang bisa mengubah hidup “from nothing to be something
Kapan waktunya, belum ada jawabnya. By faith I said “on the way…”
Dan hari ini aku yakin, bahwa tidak ada kata terlambat bagi kita selama masih didunia ini, untuk segala sesuatu yang bertujuan positif, apalagi hal itu memiliki nilai kekal.
So let just do the best today

Second Chance not always come with the same person or condition,
it might come through another.
Just look around you. Keep doing good things..

Jumat, 22 Mei 2009

10 Tips untuk Suara Tetap Sehat

Beberapa orang meluangkan berjam-jam waktunya berolahraga untuk menjaga kesehatan badannya, tetapi bagaimana caranya menjaga suara agar tetap sehat? Saya sependapat dengan Norman Hogikyan yang mengatakan “Suaramu adalah duta besar untuk dunia luar. Yang mencerminkan kepribadian dan emosimu. Dan banyak orang menentukan nilai dirimu dari suaramu. Jadi sangat penting untuk berpikir tentang apa yang orang-orang dengar saat kita berbicara atau bernyanyi. Problem pada suara bisa menjadi masalah yang pelik dikehidupan kita.”.

Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan oleh Norman Hogikyan.

  1. Banyak minum air, hindari alkohol dan kafein

Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik, seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dan sebagainya.

  1. Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari terutapa jika telah dipergunakan secara ekstensif

Misalnya guru sebaiknya menghindari atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar.

  1. Jangan merokok

Jika Anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan resiko kanker organ pernafasan. Termasuk menghirup asap dapat menyebabkan iritasi pita suara.

  1. Jangan menyalahgunakan suaramu

Hindari berteriak, juga berbicara keras di ruangan yang ribut. Suara serak merupakan pertanda pita suara mengalami iritasi.

  1. Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah

Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara.

  1. Perhatikan caramu berbicara setiap hari

Sekalipun orang yang memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak.

  1. Jangan batuk terlalu sering

Ketika kita batuk (bukan sakit batuk, tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua otot pernafasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah untuk minum air untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Ketika sakit, hemat suaramu

Jangan banyak berbicara saat Anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu.

  1. Ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara

Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara.

  1. Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu

Kelembaban udara baik untuk suaramu.

Lebih jauh dari itu, pemanasan suara tidak hanya bagus untuk penyanyi tapi juga untuk semua orang. Cobalah lakukan pemanasan dan melemaskan suara sebelum beraktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk melakukannya:

  1. Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat dalam perjalanan ke tempat kerja.
  2. Lakukan humming atau cooing untuk pemanasan suara dipagi hari.
  3. Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana terlebih dahulu.
  4. Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang.
  5. Saat selesai aktivitas, lakukan pendinginan dengan cara yang serupa dengan pemanasan.

Senin, 18 Mei 2009

Mengisi Waktu Luang 15 Menit

Apa yang biasa anda lakukan bila sedang menunggu sesuatu? Atau tengah berada di
waktu luang antara dua kegiatan? Mungkin anda sedang menunggu di airport,
menanti appointment, atau tidak tahu harus berbuat apa. Berikut adalah sepuluh
tips yang mungkin bisa anda lakukan untuk mengisi waktu luang dan mengubahnya
menjadi saat-saat yang bermanfaat bagi diri anda.

1. Membereskan tempat kerja atau sekeliling anda.

Mulailah (tetapi tak perlu berharap harus selesai) membersihkan atau merapikan
isi laci meja, tumpukan berkas-berkas, atau file kerja anda.
Kegiatan ini
membuat anda merasa lebih nyaman akan tempat kerja anda, dan menumbuhkan
pengendalian diri karena anda bisa memutuskan apa yang benar-benar diperlukan
dekat dengan anda. Selain itu, sebenarnya anda membantu diri anda sendiri,
lingkungan dan orang lain. Siapa tahu tindakan anda ini memberi ide bagi orang
di sekitar anda untuk melakukan hal yang sama.

2. Bacalah buku atau majalah yang memang perlu anda baca.

Meskipun anda telah berlangganan atau membeli majalah dan buku yang anda
inginkan, mungkin anda kehilangan kesempatan untuk membacanya karena tak lagi
cukup penting dan menumbuhkan minat anda. Coba cari, mungkin ada buku atau
manual yang diedarkan di kantor anda, tetapi anda belum sempat membacanya
dengan seksama. Bacalah atau bawalah beberapa buku dalam tas kerja anda.

3. Peregangan - peregangan - p-e-r-e-g-a-n-g-a-n.

Lakukan peregangan dan bernafaslah perlahan-lahan. Anda akan merasakan betapa
segar dan energi baru mengalir dalam tubuh anda. Peregangan tak perlu dilakukan
dengan penuh semangat, kenyataannya - anda harus melakukannya dengan perlahan
dan lembut. Jangan lupa untuk melakukan peregangan saat anda duduk di kendaraan
atau pesawat dalam waktu lama. Meskipun anda hanya meregangkan tubuh bagian
atas saja, anda tetap akan merasakan betapa darah anda mengalir.

4. Siram dan periksalah tanaman peliharaan anda.

Bila memungkinkan, jagalah keindahan tanaman yang tumbuh di rumah atau ruang
kerja anda. Rawat mereka, meskipun hanya sejenak, dan mereka akan membalasnya
untuk anda. Apakah anda tak mempunyai tanaman hias? Kalau begitu, tak ada
salahnya anda membawa beberapa tanaman hias yang cocok dengan keadaan dan
kondisi lingkungan anda.

5. Perkaya kosa kata anda.

Ambillah kamus. Mungkin anda akan temukan beberapa kata yang pernah anda dengan
atau baca tetapi anda tak tahu pasti apa maknanya. Apakah anda sadar bahwa
dalam berkomunikasi anda menggunakan kata-kata yang sama berkali-kali? Bukalah
kamus dan temukan kata baru atau phrase menarik yang bisa anda ingat-ingat
gunakan sehari-hari. Perbendaharaan kosa kata adalah asset anda.

6. Periksa kendaraan anda, luar maupun dalam.

Bagi kebanyakan dari kita, mobil adalah rumah di saat kita jauh dari rumah.
Pastikan kendaraan anda terawat baik. Periksalah keadaan olie, ban, bagian-
bagian yang mungkin mulai berkarat, wiper, minyak rem. Jangan lupa untuk
memeriksa apa-apa yang perlu anda sediakan dalam kendaraan, seperti, peta,
kotak obat, kotat peralatan, dan lain-lain.

7. Minum dan makanlah yang menunjang kesehatan anda

Ini adalah langkah yang baik, terutama jika anda tidak mempunyai pola makan
yang sehat. Ingatlah, anda disarankan untuk minum setidaknya delapan sampai
sepuluh gelas sehari. Segelas air yang segar akan menyegarkan dan membersihkan
tubuh anda. Demikian juga buah dan sayur-sayur segar. Tubuh anda, yang
sekaligus kediaman bagi jiwa anda, akan berterimakasih pada anda.

8. Pererat hubungan pribadi anda.

Sembari menunggu, teleponlah teman atau keluarga meski hanya untuk menyampaikan
salam saja. Katakan di awal pembicaraan bahwa anda hanya memiliki sedikit waktu
untuk berbicara. Mengirim email bisa jadi cukup efisien. Bila anda menunggu dan
mengisi waktu dengan seseorang yang dekat dengan anda, nyatakan kegembiraan
anda dan tersenyumlah. Tunjukkan betapa berharganya ia bagi anda. Ini juga akan
membuat anda berharga bagi dia.

9. Lakukan brainstorming

Keluarlah dari pola mental lama dan gerakkan sel-sel otak anda menuju arah
baru. Lakukan peregangan bagi mental dan bangkitkan ide-ide bagaimana anda bisa
melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Tanyakan pada diri anda sendiri
pertanyaan-pertanyaan "bagaimana jika" maka anda akan terkesan dengan jawaban-
jawaban dan kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

10. Berhentilah sejenak memikirkan sesuatu dan bersyukurlah atas hidup anda.

Cobalah untuk merasakah betapa beruntungnya anda -- dan sesungguhnya anda benar-
benar beruntung. Rasakan kelimpahan yang anda miliki, tak peduli betapa banyak
keinginan anda yang tak terpenuhi. Selalulah bersyukur atas segala yang ada
pada anda, dan jangan memikirkan apa-apa yang tak tercapai dalam hidup anda.
Setiap pohon apel, betapa bagusnya, selalu memiliki buah apel yang busuk.
Dengan menumbuhkan kesadaran positif anda menemukan apa yang ada dalam hidup
adalah hadiah bagi anda.

The Real Success

Pada umumnya orang mendefinisikan sukses sebagai suatu prestasi yang dicapai melebihi orang lain, baik dalam sekolah, bisnis, jabatan, dll.
Namun, kesuksesan yang Yesus ajarkan dan teladani adalah memberikan hidupNya agar kita diberkati dan diselamatkan.
When he was hung on the cross, he took upon Himself the curse for our wrongdoing…Through the work of Christ Jesus, God has blessed...the same blessing he promised to Abraham, and we Christians receive the promised Holy Sipirit through faith”. (Gal 3:13-14)
Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Alkitab mencatat beberapa tokoh yang rela memberikan hidupnya untuk membuat orang diselamatkan dan diberkati, bahkan lebih dikenal.

I. Musa mengurapi Yosua (Bil 27:18-20)
Bil 27:18 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya,
Bil 27:19 suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu.
Bil 27:20 dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia.
Bil 34:4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana."
Bil 27:23 lalu ia meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.
Musa tidak marah ketika Tuhan melarang dia masuk Tanah Perjanjian (Ul 34:4)
Musa tidak iri hati ketika Tuhan memintanya untuk mengurapi Yosua (Bilangan 27:21-23)
Pemimpin yang baik melahirkan pemimpin.
Dampak kepemimpinan Musa tidak pernah berakhir, walau ia sudah mati (Ul 34:10)
“Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel.”
“If your focus on what you can put into people rather than what you can get out of them, they'll love and respect you and those attributes are great foundations for building relationships” (John C. Maxwell)
Bandingkan dengan Saul yang iri hati kepada Daud (1 Sam 18:8-10) & Herodes yang psikopat (istri & anak2 lakinya dibunuh): tidak rela tempatnya diganti orang lain.
1 Samuel 18:8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya."
1 Samuel 18:9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
1 Samuel 18:10 Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.

II. Yonatan mengasihi Daud (1 Sam 18:1; 20:17)
1 Samuel 18:1 Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
1 Samuel 20:17 Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
Yonatan menyadari pilihan, penyertaan Allah atas Daud (1 Samuel 18:4)
Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Yonatan punya kesempatan untuk menjadi Raja pengganti Saul, ayahnya dengan cara bersekongkol dengan ayahnya membunuh Daud (1 Samuel 19:1)
Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud.
Yonatan berupaya menolong Daud (1 Samuel 19:1-7)
Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: "Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana.
Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu."
Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: "Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu!
Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?"
Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: "Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh."
Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu.
Yonatan merisikokan hidupnya demi Daud (1 Sam 20:1-4; 31)
Maka larilah Daud dari Nayot, dekat Rama; sampailah ia kepada Yonatan, lalu berkata: "Apakah yang telah kuperbuat? Apakah kesalahanku dan apakah dosaku terhadap ayahmu, sehingga ia ingin mencabut nyawaku?"
Tetapi Yonatan berkata kepadanya: "Jauhlah yang demikian itu! engkau tidak akan mati dibunuh. Ingatlah, ayahku tidak berbuat sesuatu, baik perkara besar maupun perkara kecil, dengan tidak menyatakannya kepadaku. Mengapa ayahku harus menyembunyikan perkara ini kepadaku? Tidak mungkin!"
Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."
Yonatan berkata kepada Daud: "Apa pun kehendak hatimu, aku akan melakukannya bagimu."
Sebab sesungguhnya selama anak Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku, sebab ia harus mati."

“No leader succeeds on his own. Even David needed his Jonathan. Do you have someone who strengthens your hand in God? All leaders need loyal friend who can help them to perservere through the tough times” (John C. Maxwell)

III. Barnabas mempercayai Paulus (Kis 9:26-27)
Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
Barnabas menjadi fasilitator yang dapat dipercaya.
“When Saul arrived in Jerusalem, he tried to meet with the believers, but they were all afraid of him. They thought he was only pretending to be a believer! Then Barnabas brought him to the apostles…Then the apostles accepted Saul…” (v. 26 – 28)
Barnabas seorang yang baik, penuh Roh Kudus, kuat dalam iman dan membawa banyak jiwa kepada Tuhan (KPR 11:24)
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
Barnabas yang membawa lagi Paulus ke Anthiokia (KPR 11:25)
KPR 11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Barnabas yang tadinya memimpin, rela menjadi orang ke dua setelah Paulus (Bandingkan KPR 11:30; 12:25; 13:2; 13:4 dengan KPR 13:42; dll)
KPR 11:30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.
KPR 12:25 Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.
KPR 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
KPR 13:4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
KPR 13:42. Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.
Keberhasilan yang sesungguhnya bagi orang percaya adalah meneladani apap yang Tuhan ajarkan, yaitu memberikan hidupnya untuk orang diselamatkan dan diberkati.

Sejarah Perkembangan Gitar

Banyak orang yang bisa memainkan gitar, namun sedikit yang mengetahui sejarahnya. Berikut kita akan melihat sekilas sejarah gitar dari masa ke masa. Sebenarnya sejarah gitar sangat panjang, namun mengingat ruang yang terbatas, wacana ini akan meninjau secara garis besar saja.

Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam

Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Masuknya Gitar di Indonesia

Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17.

Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong.

Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :

1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai

2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai

3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air.

Gitar Elektrik

Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional.

Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh.

Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar.

Ada pula hal-hal yang nyentrik dalam perkembangan gitar seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini datang saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, menggarap album Crazy from the Heat. Ia memutuskan demikian karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D Tuning (dari atas ke bawah: D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dinamakan The Universe-7 String. Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan), untuk membuktikan kemampuannya bermain kidal.

Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up-down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo/bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar. Sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system.

Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah ada sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun (menghasilkan nada yang lebih rendah). Sistem lama ini dikembangkan oleh pabrik Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster. Inovasi ini terpikir olehnya pada sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering mengalami masalah pada tuning gitar mereka. Karena mereka sering mem-bending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya senar jadi kendor dan tentunya nadanya juga jadi fals. Dengan locking nut tremolo system, senar dikunci di bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya.

Sedikit tambahan, pada tahun 1991 juga pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana. Bayangkan, panjangnya sampai11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya.

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.