Selasa, 23 Oktober 2012

Arti Hidup



Didunia, tidak ada satu hal yang pasti kecuali perubahan itu sendiri. Karena itu, kita harus mampu mengantisipasi terjadinya perubahan dengan melakukan perubahan juga. Yakni, berubah menjadi lebih bijak, berubah menjadi lebih baik.

Sebuah ungkapan menyebutkan, melakukan sesuatu hal yang sama dan berulang-ulang namun mengharapkan sebuah perubahan adalah sebuah kegilaan. Sebab, dunia selalu berubah. Waktu terus berputar. Karena itu, jangan pernah membiarkan diri kita terjebak dalam rutinitas yang itu-itu saja tanpa berusaha melakukan perubahan menuju kebaikan. Sehingga kita tidak akan menjadi “gila” dengan tidak melakukan apa-apa.

Karena itu, saat dunia terus berputar, kita juga harus mampu mengantisipasi dengan bergerak dan terus melangkah. Lakukan tindakan penuh perhitungan untuk mencapai tujuan. Waktu kita merasa dihadang dengan kegagalan, kita bisa segera bangkit dan mencari cara untuk melakukan perbaikan. Waktu ada rasa kekalahan yang sepertinya menghampiri, kita bisa segera melakukan perubahan dengan mengevaluasi segala kekurangan. Jika itu ada hubungannya dengan orang lain kita bisa segera bereskan dengan yang bersangkutan.

Mari lakukan berbagai macam perubahan menuju kebaikan. Dengan terus mengevaluasi dan mengoreksi kesalahan. Dengan terus menyiapkan langkah antisipasi terhadap segala ujian dan tantangan. Sehingga, saat dunia berubah, kita akan jadi pribadi-pribadi yang memiliki bekal dan kemampuan adaptasi yang mumpuni untuk mencapai kemenangan.

Harus selalu memformat ulang hati dan pikiran supaya sejalan, kalau meminjam bahasa teknik, dikalibrasi, supaya presisi dan akurat lagi secara fungsi. Sukses menjadi diri sendiri, dan menang atas diri sendiri. Saya baca personal message dari teman yang artinya senada “it is better to conquer yourself, than to win a thousand battles”.

Saya sempat berpikir, apakah memformat ulang hati dan pikiran bentuk pembelaan atas ketidak mampuan kita dalam menghadapi hal disekitar kita, jawabannya bukan.
Kenapa kita perlu memenangkan diri kita sendiri? Karena seringkali yang menjadi penghalang kita untuk bergerak maju dan menjadi lebih baik adalah diri kita sendiri. 
Tuhan memberi janji tentang keselamatan dan kekekalan. Tapi pada dasarnya Kekekalan ditentukan oleh diri kita sendiri. 

Level hidup tergantung bagaimana kita memaknai hidup kita, setidaknya ada tiga level yang sering kita dengar. Kemungkinan jika di deskripsi bisa lebih banyak.
ketiga keyakinan ini akan menggerakkan kita ke sebuah tujuan hidup.

1. Bergumul
Kehidupan yang seperti ini yang membuat kita setuju dengan beberapa pendapat umum yang sering kita dengar :
Hidup itu seperti roda atau roller coaster, adakalanya diatas, adakalanya dibawah.
Hidup itu seperti permainan kartu atau panggung sandiwara, apapun bagian yang kita terima harus tetap dimainkan.
Hidup seperti sirkus, penuh dengan permainan seru dan musik yang meriah.

2. Sukses
Kehidupan yang berorientasi pada nilai sukses dan pencapaian membuat kita setuju dengan pendapat bahwa  hidup itu seperti pertandingan atau balapan yang mengharuskan kita selalu menjadi terbaik dan terdepan, atau sebagai pemenang.
Hidup itu seperti teka teki, tidak bisa ditebak tapi harus dipecahkan.
Hidup seperti orchestra , harus bisa berdamai dengan orang-orang di sekitar demi terciptanya sebuah harmonisasi yang indah.

3. Berdampak
Inilah yang sesungguhnya menjadi level hidup tertinggi (nilai kehidupan tertinggi) yang tidak pernah menjadi pilihan. Pilihan hidup yang berorientasi pada kepentingan orang lain. Jadi ingat postingan Bp. H.H. di FB dengan judul Keseharian Heroik. Yang intinya melakukan kebaikan sebagai lifestyle, tanpa kebanggaan, bahkan rela tidak di ingat sedikitpun atau di 'enol' kan, from hero to zero. Bikin merinding, karena pada umumnya orang selalu minta di 'elu-elu' kan minimal di catat, besar-besar (hehehe sama aj ya.). Tapi sebenarnya jika kita mau merenungkan, pilihan hidup berdampak adalah jika kita bisa melewati dua kehidupan sebelumnya dengan cara dan reaksi yang benar, maka secara otomatis kita akan menikmati kehidupan yang ketiga.  
 
      Gambaran hidup menurut manual book (buku petunjuk) yang saya baca :
 
1. Hidup adalah ujian
Kita harus menganggap ujian sebagai kebahagiaan.
Jawaban atas ujian hidup adalah respon yang benar, harus cocok dengan kebenaran yang kita yakini.
Beberapa ujian terasa lebih sulit dari ujian lainnya, tapi ada Good News (kabar baik) untuk menghadapi ujian : Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Orang bijak bilang bahwa masalah diciptakan berpasangan dengan penyelesaian atau jalan keluar jadi akan selalu ada jalan keluar. 
Mengingat peristiwa beruntun pada beberapa bulan terakhir saya berani mencatat itulah ujian buat saya pribadi. Bagaimana saya merespon dengan benar dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tetap pada sebuah keyakinan dan kepercayaan yang teguh.  
  
2. Hidup adalah sebuah kepercayaan
Everything comes from Him, everything happens through Him, everything ends up to Him. All glory, all praise.
Dengan menganut sebuah prinsip bahwa hidup ini milik Tuhan, kita pasti dengan sadar akan mengharuskan diri untuk menjaga hidup sebaik dan semaksimal mungkin.
Jawaban atas kepercayaan hidup adalah dapat dipercayai. 

Indie *231012

Sabtu, 09 Juni 2012

KETIADAAN (Jahat - Gelap - Dingin)


Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, 
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?" 
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Benar, Dia yang menciptakan segalanya". "Tuhan menciptakan segalanya?" Tanya profesor sekali lagi. 
"Ya, Pak, segalanya" kata mahasiswa tersebut. 
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan juga dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan." 
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tsb. 
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa dia telah membuktikan agama adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor boleh saya bertanya?"
"Tentu saja" jawab si Profesor. 
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Apakah dingin itu ada?" 
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja ada." jawab si profesor.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, dingin adalah  ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali dan semua partikel menjadi  diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. 
Kita menciptakan kata dingin untuk menggambarkan ketiadaan panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Apakah gelap itu ada?" 
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." 
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa  menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang seperti warna, tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. 
Kata gelap dipakai untuk menggambarkan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang profesor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Banyak kriminal dan kekerasan di mana-mana. Hal-hal tersebut adalah manifestasi dari  kejahatan."
Atas pernyataan itu mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin dan gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan! Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Dan Profesor itu pun terdiam. 


Cerita diatas menjadi pengingat tersendiri buat saya secara pribadi, waktu harus menerima kondisi diluar harapan, dalam proses perjalanan hidup. Harus diperhadapkan pada kondisi yang memaksa kita sebagai manusia pada umumnya harus menghakimi dan mengeluh dengan pertanyaan standard mengapa. Tapi ketika kita sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu karena adanya satu alasan mutlak tentang ketiadaan, hal ini membuat hati kita jauh lebih tenang. Dengan begitu kita di beri kesempatan untuk melihat, bahwa dalam segala situasi selalu ada kebaikan yang Tuhan lakukan. Sebagai bukti bahwa memang TUHAN ada dan tidak pernah berhenti mengasihi hidup kita. 

Indie *090612

Rabu, 16 Mei 2012

Start from small step and Next


Saya menyambut sabtu 12 Mei 2012, seperti hari biasanya. Dengan beberapa rutinitas dan tanggung jawab yang harus saya selesaikan.
Mengerjakan ritual pagi dirumah, saat teduh dan bersih-bersih termasuk minum obat, salah satu kewajiban yang paling tidak saya sukai beberapa hari terakhir tapi tetap harus saya lakukan.

Sebenarnya kewajiban minum obat untuk terapi saya selama 21 hari sudah saya selesaikan tanggal 7 mei 2012, dan itu berarti menjawab kebosanan saya menelan obat. Tapi selasa pagi kondisi saya menurun, merasa cepat lelah dan yang paling mengkhawatirkan suara habis. Hal yang tidak boleh terjadi karena pekerjaan saya selalu bersuara. Kembali terpaksa saya harus minum obat antibiotik selama 7 hari terhitung dari kamis malam 10 Mei 2012.

Saya mulai mengajar dari pukul 10.00 wib.
Kebetulan siswa 10.30 – 11.00 wib kosong saya gunakan 30 menit yang kosong untuk menjawab bbm yang masuk dari temen, yang awalnya saling sapa. Kemudian pembicaraan berlanjut tentang kondisi kesehatan masing-masing.

Saya cerita tentang hasil USG 17 April 2012 lalu bahwa rahim saya ditemukan kista sebesar 3.4 cm dan adanya penebalan dinding rahim oleh lapisan endomitrium sehingga menjadi tidak standard atau tidak normal yaitu 8.5 cm. Sebuah penyakit yang cukup jadi momok dan menakutkan untuk para wanita beberapa tahun terakhir. Termasuk saya, pertama kali melihat kenyataan hasil diagnosa tsb. Meskipun hanya beberapa hari saja kekhawatiran itu membayangi pikiran saya. Tapi cukup memiliki pengaruh dalam aktifitas saya. Karena ternyata alam bawah sadar saya masih dikuasai rasa takut.

Siang itu saya melanjutkan obrolan melalui bbm dengan teman, saya katakan ke dia bahwa saya sudah lakukan bagian saya, periksa dan minum obat, tapi saya minta Tuhan yang operasi, dan dikeluarkan melalui cara apapun asal tidak harus diangkat dengan cara operasi. Saya sangat yakin dengan apa yang saya tulis waktu itu.

Tapi sekali lagi, itulah sisi kemanusiaan kita, sebagai orang-orang percaya. Kadang kita lupa dengan apa yang kita yakini, padahal keyakinan yang sudah kita ucapkan itu sudah ditangkap Tuhan sebagai doa kita kepadaNya.

Tidak kebetulan hari ini 12 mei 2012, saat teduh yang saya dapat tentang mujizat dan dari kamis saya juga dapatnya Miracle just a head.

Tiga jam setelah saya ngobrol dengan teman saya melalui blackberry tepatnya 1.30 pm, setelah menyelesaikan tanggung jawab saya dengan siswa terakhir saya hari itu.

Kalau boleh jujur perjalanan hidup terberat saya adalah hari ini, berawal dari ingin buang air kecil. Sebenarnya melihat banyak darah hari itu bukan pemandangang istimewa, karena sudah terbiasa sejak 5 maret – 17 paril 2012. Tapi yang membuat saya sangat ketakutan adalah  sekembali saya dari toilet, saya merasa badan sangat lemas dan tidak bertenaga, keringat dingin dan kesakitan yang sangat di seputar pinggang dan rahim. Kalau tidak mengingat itu ditempat kursus mungkin saya bisa teriak sekencang-kencangnya untuk melepas rasa sakit, tapi ternyata itupun tidak sanggup saya lakukan. Saya tidak bisa melakukan apapun, apalagi membereskan barang, atau jalan. Buka mata dan bicara dengan konsentrasi saja sudah tidak bisa didengar dengan jelas. Saya harus membatalkan dua siswa kursus dalam pertemuan dengan sangat terpaksa. Hanya berbaring di sofa panjang tempat kursus. Begitu banyak yang berkecamuk dipikiran. Ruang logika berkuasa penuh dipikiran. Antara harus kontrol ulang ke dokter yang menangani sejak awal dan niat ke rumah sakit terdekat yang sempat saya kenal. Saya sempat bicara dengan pemilik kursus minta diantar ke Rumah Sakit terdekat, Bersyukur, bahwa niat saya tidak bisa segera dikabulkan karena tidak  adanya kendaraan yang bisa digunakan untuk mengangkut saya, disamping itu juga karena kesibukan beliau berdua. Antara sadar dan tidak, saya sama sekali tidak bisa menerangkan apa yang waktu itu menguasai pikiran saya, yang pasti banyak sekali suara yang lewat, entah dari logika atau iman, saya bergumam, minta ampun sama Tuhan karena malas menjaga tubuh, hari jumat hanya makan pagi, sampai dengan hari ini tidak makan sedikitpun. Sempat berkata seandaianya ini hari terakhir saya sudah siap, tapi masih ada sedikit canda dari kata kesiapan itu, saya bilang kok kayaknya ada yang belum saya selesaikan dengan hidup saya, tapi belum jelas itu apa. Pikiran dan hati saya kemudian sepakat pada sebuah titik permintaan “Tuhan berikan saya kekuatan untuk bisa cari makan sebentar ke ruko sebelah terus beres-beres barang dan langsung pulang, supaya tidak menghadapi masa berat dan merepotkan ditempat orang, amin!" Dan puji Tuhan, beberapa detik setelah amin bisa berdiri dan langsung makan soto hanya 15 menit saya sudah kembali ke tempat kursus dan beresin barang-barang yang biasa saya bawa ke lokasi. Setelah makan saya ijin pulang, dengan kekuatan yang luar biasa. Meskipun tidak terhindar dari pemandangan yang kurang sedap, darah begitu banyak keluar sempat sedikit menodai sofa tempat saya berbaring. Saya sampai rumah 2.55 pm.

Langsung bergegas ke kamar kecil, tanpa mempedulikan sepeda motor yang saya gunakan kotor penuh darah. Ada benda aneh dipemandangan saya, gumpalan putih dan merah darah yang  awalnya saya pikir itu pembalut yang hancur karena terlalu banyak darah yang keluar. Ternyata bukan. Saya segera ambil barang aneh tersebut dan saya masukkan ke dalam toples kecil bekas keju. Saya bersih-bersih, minum obat, kemudian membuat janji dengan dokter yang menemukan kelainan di rahim saya sejak awal. Saya dapat jadwal jam 6.00 pm.

Selepas itu saya merasa sangat normal, sangat berbanding terbalik dengan kondisi saya beberapa menit yang lalu.
Kabar baik dipemeriksaan kedua, adalah dimensi kista berkurang menjadi 2.8 cm dan rahim saya kembali menipis dengan ukuran normal 7,6 cm.

Saya tidak tahu kapan tepatnya sel endomitrium yang menyebabkan dinding rahim saya menebal itu lepas, saya hanya berani memperkirakan itu pasti terjadi tepat diwaktu-waktu krisis saya antara 1.45 – 2.30 pm, tepat waktu saya mendapat kekuatan baru yang luar biasa untuk makan dan menuju perjalanan pulang.
Begitu banyak hal yang saya dapatkan melalui perkara ini, bahwa Tuhan melakukan tepat seperti apa yang kita doakan. Hanya kadang kita tidak siap dengan keyakinan atas permintaan kita, tepat pada waktu Tuhan berkenan mengerjakannya untuk kita.


Tapi disini saya berani berkata, tetap lebih menguntungkan di operasi Tuhan sendiri, karena tanpa resiko jika Tuhan yang melakukan operasi dalam tubuh kita, tidak ada benda asing yang harus dimasukkan kedalam tubuh kita, selain cara-cara alami yang Tuhan lakukan.
Meskipun tidak tahu dengan tepat apakah itu ada hubungannya dengan minuman Oxygen yang saya konsumsi, atau obat terapi yang saya taati untuk saya habiskan. Yang saya tahu sekarang hanyalah pasti semua ada dalam campur tangan Tuhan, saya semakin mengerti apa itu keyakinan dan bagaimana setiap waktu kita harus mempersiapkan diri menerima apa yang kita doakan dalam iman yang penuh kepada Tuhan.

Dari sini saya mengingat beberapa pesan yang pernah saya dapatkan dalam perjalanan iman saya sehubungan dengan hal ini, yaitu tentang apa yang Tuhan sediakan dalam hidup kita semua orang yang percaya kepada kuasaNya. Hati Tuhan tentang kita ada dalam Ef 2:4-7 

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
tentang From Glory to Glory. (dari kemuliaan kepada kemuliaan).
Yang lebih menarik dari janji itu sendiri adalah hal-hal yang menyebabkan kita tidak bisa menerima semuanya itu. Antara lain ada tiga hal yang tercatat dengan jelas :

1    1. No glory without vision - All glory start from vision
Bahwa apa yang kita lakukan harus berdasarkan sifat Tuhan yaitu benar dan ajaib.
Fil 2:6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.
2 pet 1:3  Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (Everything life)
Mengandalkan Tuhan, dan selalu berpikir bahwa segala yang baik dalam hidup kita datangnya dari Tuhan, tentang kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal baik didalam hidup kita dan segala aktifitas kita,
2   2. No glory without sacrificed - Start from small step and next
Korban bisa dalam bentuk apapun. Bisa jadi kesehatan.
2 kor 12:7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Kadang dibutuhkan satu takaran rasa sakit atau sebentuk tragedi dalam perjalanan hidup kita, untuk mengembalikan hati kita kepada tempatnya. Dengan demikian kita bisa  mengingat kembali bahwa Tuhan adalah pengendali hidup kita, dalam segala aktifitas dan kondisi apapun, hidup kita adalah miliknya.

3   3. No glory without obedience
Mentaati cara yang Tuhan mau, bukan yang saya mau.

Maju terus dalam perjalanan hidup dan iman, for we know Miracle just a head!

Sabtu, 12 Mei 2012

Kumpulan Definisi Cinta

1.      Cinta berarti bahwa aku mengetahui orang yang aku cintai. Aku menyadari demikian banyak faset dirinya, bukan cuma sisi baiknya saja, akan tetapi juga keterbatasan, inkonsistensi, dan kelemahan-kelemahannya. Aku menyadari perasaan-perasaan dan pikiran-pikirannya, dan aku mengalami sesuatu yang menjadi inti dirinya. Aku bisa menyelinap ke balik topeng-topeng sosial dan peran yang dijalaninya serta melihat dirinya pada tingkat yang lebih dalam.
2.      Cinta berarti aku peduli pada kesejahteraan orang yang aku cintai. Dalam ketulusanku-kepedulianku, bukan untuk menekannya atau mengikatnya seperti benda yang kumiliki. Sebaliknya, kepedulianku membebaskan kami berdua. Bila aku peduli padamu, (artinya) aku peduli pada pertumbuhanmu, dan aku berharap semoga engkau menjadi apapun yang engkau inginkan. Konsekuensinya, aku tidak akan meletakkan batu ganjalan untuk hal-hal yang dengannya engkau meningkatkan diri sebagai pribadi. Sekalipun untuk itu aku harus merasakan ketidaknyamanan dalam menjalani waktu.
3.      Cinta berarti memiliki rasa hormat terhadap harga diri orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku dapat melihatmu sebagai seseorang yang terpisah dariku, dengan nilai-nilaimu, dengan pikiran-pikiranmu, dan dengan perasaan-perasaanmu. Aku tidak memaksamu untuk menyerahkan identitasmu, menyesuaikannya pada citra yang kuharap kau tunjukkan. Aku dapat mengizinkan dan mendorongmu untuk berdiri dan menjadi dirimu sendiri, dan menghindari memperlakukanmu sebagai objek, atau menggunakanmu sebagai pemuas kebutuhan-kebutuhanku.
4.      Cinta berarti memiliki tanggung jawab terhadap orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku responsif terhadap kebutuhan-kebutuhanmu sebagai satu pribadi. Tanggung jawab ini tidak mengikatku untuk melakukan apa-apa yang dapat engkau lakukan sendiri, bukan pula berarti aku menjalani hidupmu untukmu. Ia hanyalah cara untuk menyadarkanku akan siapa diriku dan apa yang aku lakukan untukmu. Dengan cara itulah aku terlibat dalam kebahagiaan dan kesulitanmu. Seseorang kekasih dapat saja melukai dan mengecewakan orang yang dicintainya. Dan dalam hal ini, aku menyadari bahwa cinta membutuhkan kesediaan menerima tanggung jawab dari apa yang telah kulakukan terhadapmu.
5.      Cinta berarti tumbuh bagiku bersama orang yang kucintai. Bila aku mencintaimu, aku menjadi tumbuh bersama cintaku. Engkau menjadi stimulan bagiku untul lebih memenuhi keinginanku, mewujudkan diriku yang kuinginkan. Demikian pula, cintaku akan meningkatkan dirimu. Masing-masing tumbuh karena kepedulian kita dan karena kita dipedulikan. Masing-masing kita berbagi untuk memperkaya pengalaman yang tidak merusak diri kita. Buscaglia (1992) menggambarkan ide ini dengan baik ketika menuliskan : “Kita bukan hanya harus menghormati kebutuhan bagi pertumbuhan kekasih kita. Kita harus mendorongnya, sekalipun dengan resiko kehilangan dia. Kelihatannya memang ironis, tapi begitulah yang sebenarnya. Bahwa hanya melalui pertumbuhan yang terpisahlah akan ada harapan bagi tiap-tiap orang untuk tumbuh bersama-sama.”
6.      Cinta berarti dihilangkannya rasa takut. Jampolsky (1981) menegaskan bahwa rasa takut akan kesalahan masa lalu dan ketakutan masa depan hanya menyediakan sedikit ruang bagi dinikmatinya dan dihayatinya masa kini serta masa yang akan datang. Tidak menilai orang lain adalah satu cara bagaimana aku bisa membebaskan diri dari rasa takut dan mengalami cinta. Penerimaan berarti aku tidak memusatkan diri untuk mengubah orang lain agar mereka menyesuaikan diri pada harapan-harapanku.
7.      Cinta berarti membuat komitmen pada orang yang aku cintai. Komitmen ini tidak berarti penyerahan masing-masing diri secara total. Bukan pula berarti bahwa hubungan yang ada harus permanen. Maknanya adalah bahwa komitmen itu mengandung keinginan untuk selalu bersama-sama di saat-saat pedih, saat-saat sulit, saat-saat perjuangan, dan saat-saat kesedihan, sebagaimana (keinginan untuk) tetap bersama dalam ketenangan dan kebahagiaan.
8.      Cinta berarti bahwa aku mungkin terluka. Bila aku membuka diri karena percaya padamu, aku mungkin mengalami luka, penolakan, atau kehilangan. Cinta melibatkan saling berbagi, saling mengalami dengan orang yang aku cintai. Cintaku padamu berarti bahwa aku ingin menghabiskan waktu bersamamu dan berbagi aspek-aspek hidupmu yang bermakna bersamamu. Cinta juga berarti bahwa aku ingin berbagi sisi-sisi hidupku yang penting bersamamu.
9.      Cinta berarti mempercayai orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku percaya engkau akan menerima kepedulian cintaku dan bahwa engkau tidak akan melukaiku dengan sengaja. Aku percaya bahwa engkau akan melihatku sebagai seseorang yang layak untuk dicintai. Dan (aku percaya) bahwa engkau tidak akan mengabaikanku. Aku percaya bahwa cinta kita secara hakiki saling berbalas. Bila kita saling percaya, kita ingin terbuka satu sama lain. (Bila kita saling percaya) kita akan dapat melepaskan segala topeng dan kecurigaan kita, dan mengungkapkan diri kita yang sebenarnya.
10.  Cinta dapat mentoleransi ketidaksempurnaan. Dalam sebuah hubungan cinta, ada saat-saat bosan, saat ketika rasanya aku ingin menyerah saja, saat-saat sulit yang sungguh-sungguh, dan saat-saat aku mengalami ketiadaan manfaat apa-apa. Cinta yang otentik tidak berarti kebahagiaan yang terus-menerus. Aku bisa bertahan di saat-saat sulit, karena aku bisa mengingat apa-apa yang sama-sama pernah kita miliki di masa lalu. Dan bahwa aku bisa membayangkan apa yang akan kita dapatkan di masa depan seandainya kita cukup berani menghadapi masalah-masalah kita dan memecahkannya bersama-sama.
11.  Cinta itu membebaskan. Cinta diberikan secara bebas. Tidak diserahkan karena permintaan. Pada saat yang sama, cintaku padamu tidak bergantung pada apakah engkau memenuhi harapan-harapanku. Cinta sejati tidak berarti, “Aku mencintaimu karena engkau sempurna.” Atau “...ketika engkau menjadi seperti yang aku harapkan.” Cinta yang otentik tidak diberikan dengan rantai pengikat. Ada kualitas tanpa syarat dalam cinta.
12.  Cinta itu meluas. Bila aku mencintaimu, aku mendorongmu untuk membentuk dan mengembangkan hubungan-hubungan lain. Sekalipun hidup kita untuk satu sama lain dan komitmen kita berdua menjadi inti dari apa yang kita lakukan, tetapi kita satu sama lain tidak terikat secara total dan eksklusif. Hanya cinta palsulah yang memasung seseorang dengan seseorang yang lain. Demikian dekatnya hingga tidak memberikan ruang untuk tumbuh. Casey dan Vanceburg (1985) menyebutkan ini : “Bukti yang jujur dari cinta kita adalah komitmen untuk mendorong pengembangan diri masing-masing secara penuh. Kita adalah pribadi-pribadi yang interdependen yang membutuhkan kehadiran (sesuatu) yang lain untuk memenuhi takdir kita. Sekalipun demikian, kita juga individu yang terpisah. Kita harus berjuang atas nama kita sendiri.”

13.  Cinta berarti memiliki satu keinginan terhadap orang yang aku cintai tanpa memiliki tuntutan yang harus dipenuhinya. Bila aku bukan apa-apa tanpamu, maka aku tidak akan sungguh-sungguh bebas mencintaimu. Bila aku mencintaimu dan engkau meninggalkanku, aku akan merasakan kehilangan dan kesedihan. Tapi aku masih mampu untuk hidup. Bila aku terlalu bergantung padamu untuk makna dan kehidupanku, aku tidak akan bebas menguji hubungan kita. Juga tidak bebas untuk memberimu tantangan dan berbeda darimu. Karena rasa takutku kehilanganmu, aku akan berdiam ketika menerima apa yang tak kuinginkan. Dan ini tentu menimbulkan perasaan kecewa.
14.  Cinta itu mengidentifikasikan diri dengan orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku bisa berempati padamu dan melihat dunia melalui matamu. Aku mengidentifikasikan diri padamu karena aku bisa melihat diriku di dalam dirimu dan dirimu di dalam diriku. Kedekatan ini tidak berarti sebuah “kebersamaan” yang terus-menerus, karena jarak dan keterpisahan seringkali esensial dalam hubungan cinta. Jarak dapat memperkuat ikatan cinta. Ia akan membantu kita menemukan kembali diri kita, sehingga kita dapat bertemu lagi dalam sebuah cara yang baru.
15.  Cinta itu selfish. Aku hanya bisa mencintai dirimu bila aku secara tulus mencintai, menilai, menghargai, dan menghormati diriku sendiri. Bila aku kosong, maka yang dapat kuberikan padamu adalah kekosonganku. Bila aku merasa diriku utuh dan berharga, aku akan mampu memberikan padamu dari apa yang telah kumiliki. Satu cara terbaik untuk memberimu cinta adalah dengan sepenuh-penuhnya menikmati kebersamaanku denganmu.
16.  Cinta melibatkan kemampuan melihat potensi di dalam diri orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku bisa melihatmu sebagaimana diri yang engkau inginkan, sementara aku tetap dapat menerima dirimu saat ini. Pengamatan Goethe menjadi relevan dalam hal ini, dengan menghadapi orang sebagaimana adanya, kita membuat mereka menjadi lebih buruk. Tetapi, dengan memperlakukan mereka seolah-olah mereka telah seperti orang yang mereka inginkan, kita membantu mereka menjadi orang yang lebih baik.
17.  Cinta berarti membuang ilusi tentang penguasaan penuh akan diri kita, orang lain, dan sekeliling kita. Semakin aku berusaha mengontrol secara penuh, semakin tidak terkontrollah diriku. Cintai berarti penyerahan kontrol dan terbuka terhadap peristiwa-peristiwa hidup. Cinta berarti kapasitas untuk dikejutkan. Menghadirkan kejutan ke dalam cinta, kata Buscaglia (1992), adalah cara untuk terus menghidupkan hubungan : “Cinta mati karena bisa diramalkan. Esensinya yang tertinggi adalah kejutan dan kekaguman. Membuat cinta menjadi tahanan hidup keseharian berarti membuang kegairahannya dan membuat ia hilang selamanya.”
18.  Cinta sejati menurut buku The Art of Loving mengatakan bahwa cinta yang matang menyimpulkan esensi cinta sejati dengan amat baik : “Cinta yang matang adalah kesatuan dalam keadaan yang menjaga integritas tiap orang, individualitas masing-masing. Dalam cintalah paradoks ini terjadi, bahwa ketika dua manusia menjadi satu mereka tetaplah dua.”
 

Rabu, 09 Mei 2012

Mimpi Kecil


Kalau meneliti kembali setiap perjalanan hidup kita sejak kita mampu mengingat dan menulisnya dalam sebuah catatan, sesungguhnya kita memulai kehidupan setiap hari, bersama sebuah mimpi kecil. Mimpi kecil yang diperteguh dengan keyakinan untuk mewujudkannya. Mimpi kecil yang dikerjakan melalui cara-cara kreatif untuk mewujudkan hal-hal besar.
 
Keyakinan kita memotivasi kita untuk bertindak dengan cara tertentu. Kalau kita menyukai kamus, biasanya disana mendefinisikan keyakinan sebagai kepercayaan yang tetap dan kuat. Tapi sebenarnya keyakinan lebih dari itu, karena keyakinan kita itu meliputi nilai-nilai hidup kita, termasuk komitmen dan motivasi. Kita lebih familiar dengan kata iman, yaitu sesuatu yang kita pertahankan, bahkan rela kita perjuangkan sampai mati.

Beberapa teman heran dengan “lompatan aneh” yang saya buat, berlatar belakang purchasing di perusahaan plastik selama 14 tahun, tiba-tiba menjadi penyiar. Jujur awalnya saya pribadi juga heran, tapi waktu saya coba mereview ingatan saya, ternyata itu adalah bagian dari mimpi kecil saya diwaktu remaja. Pada waktu itu saya tidak mulus mewujudkan impian tersebut karena memang tidak ada yang memfasilitasi dan belum adanya kesempatan untuk mengembangkan apa yang menjadi kemampuan saya dan membawanya pada  perjalanan menuju mimpi. Apalagi pada waktu itu tidak seperti sekarang ini, radio menjadi hiburan mewah. Mendengar nama orang yang kita kenal atau orang yang kita sukai disebut disebuah siaran radio favorite pada waktu, sudah senang sekali, apalagi nama kita yang disebut, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, terutama untuk anak-anak usia remaja, bisa membantu mengangkat kredibilitas. Termasuk saya.

Ada ungkapan yang mengatakan, lain dulu lain sekarang. Dan bisa dibilang, jaman serta kemajuan teknologi cukup berperan dalam mengembangkan minat seseorang. Jaman dulu serba terbatas,  informasi tidak seterbuka sekarang, apalagi lembaga pendukung masih sangat  terbatas dan hanya untuk kalangan tertentu. Kesempatan menjadi barang mahal.   

Sekarang waktu sudah menjalani sebagai penyiar, saya masih sempat berpikir, sepertinya sudah terlambat. Tapi keyakinan saya kembali menguatkan, bahwa tidak ada yang terlambat untuk segala sesuatu di muka bumi ini. Selama kita mengerjakannya dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Di tambah dengan ucapan syukur bahwa masih mendapat kesempatan meraih mimpi diusia yang sudah tidak muda.       

Kita yakin bahwa tidak ada kekuatan apapun yang bisa menghadang mimpi–mimpi kecil kita untuk menjadi energi motivasi menuju perjalanan kemenangan kita kepada tujuan.
Mengapa harus dimulai dengan mimpi kecil. Karena mimpi kecil tidak akan membuat kita ketakutan untuk mempercayai diri sendiri dalam meraihnya bersama mimpi kecil itu. Di benak kita akan mencetak bahwa dia hanya sebuah mimpi kecil, dan sangat tidak sulit untuk kita mewujudkannya di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, biasakan hidup kita bersama mimpi-mimpi kecil dalam jumlah yang sangat banyak, agar mereka bisa menguasai mindset kita, dan membuat kita mampu untuk melihat kemenangan setiap hari.

Jangan pernah membiasakan diri untuk membuat alasan apapun, untuk menghentikan mimpi kecil kita. Walaupun itu, oleh alasan, kurangnya kepercayaan diri kita terhadap keberhasilan mimpi kecil kita. Jika berbicara tentang tidak percaya diri, saya menduduki top ranking pada waktu usia SMP. Seperti biasa, sudah pasti ada cerita panjang dibalik itu. Bersyukur selepas itu saya bertemu beberapa teman baik yang mampu membuat saya “merasa” di terima. Hal itu memberi saya energy untuk sedikit berkembang, meskipun sekali lagi tidak mampu membawa saya kepada sebuah mimpi muluk untuk menjadi seorang penyiar.  

Suatu keyakinan bahwa mimpi dan harapan di hari ini akan menjadi kekuatan untuk keberhasilan pada masa depan akan memberi kita kemampuan untuk menggandakan energi kreatifitas di hari ini, yang secara otomatis akan berlipat kali menggandakan energi keberhasilan kita dimasa yang akan datang. Hal ini juga baru saya sadari. Dalam perjalanan hidup saya sampai saat ini, ternyata saya memperoleh banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, dalam pemandangan saya. Dari tokoh masyarakat, pengajar, trainer, pengusaha ternama, sampai musisi atau seniman yang karya-karya hebatnya menginspirasi serta menguatkan hidup saya. Tidak hanya dipertemukan tapi ada kesempatan berinteraksi dengan beliau-beliau, itupun bagi saya merupakan bonus tambahan dari mimpi yang terwujud.

Apapun yang kita inginkan untuk memperbaiki kualitas hidup, mulailah dari sebuah mimpi kecil, dari sebuah ilusi untuk menjadi orang seperti yang kita inginkan, sebab adakalanya ilusi yang hidup dalam imajinasi akan menciptakan kehidupan yang luar biasa di masa depan.

Jangan pernah menyiksa diri dengan pikiran dan perasaan kekurangan. Jangan pernah membiarkan diri jatuh ke dalam pesimistis. Jangan pernah mengabaikan diri untuk bekerja keras mewujudkan mimpi dan harapan sesuai ilusi dan imajinasi.

Mimpi kecil kita akan bersinar, jika kita memiliki keyakinan untuk membuatnya bersinar. Hanya kita seorang bersama kerja keras yang luar biasa, pasti dapat mewujudkan mimpi kecil kita, untuk hadir dalam realitas kehidupan kita. Tentu saja harus tetap dipertemukan dengan kesempatan serta kehendak dari pemilik hidup kita.

Hidup kita adalah milik kita yang paling berharga. Hidup kita adalah satu-satunya kekayaan abadi yang kita miliki. Jangan sia-siakan hidup kita dengan cara menciptakan keraguan dan ketakutan untuk  menjauhkan kita dari sumber kekayaan abadi.

Untuk mencapai keberhasilan seperti yang kita inginkan, sama seperti analogi mendaki gunung. Tidak ada jalan rata dan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan, dan kegagalan selalu datang menghadang. Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, tetap menjaga komitmen dan berjuang, kita akan mencapai puncak tujuan dan impian kita

Indie *090512

Abigail Indiana

Foto saya
I am a product of GOD's Grace. Single, Simple person but will always be an extraordinary person. Just a nature, Truth lover, jazzy lover, coffee lover. Selalu mendefinisikan setiap fase hidup dengan ucapan syukur. I love my beloved Savior, He loves me unconditionally.